Warung Penjual BBM Depan Kantor BPBD Kutim Terbakar, Satu Warga Alami Luka Bakar

diadmin
8 Views
3 Min Read

SANGATTA — Sebuah warung yang menjual bahan bakar minyak (BBM) di depan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) terbakar pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 09.35 WITA.

Kebakaran diduga bermula saat jeriken berisi BBM jenis Pertalite tumpah. Dalam waktu bersamaan, orang yang membawa jeriken tersebut diketahui sedang merokok. Api kemudian menyambar BBM yang tumpah hingga menimbulkan kebakaran.

Beruntung, kobaran api dapat segera dikendalikan sebelum membesar. Personel Satgas Karhutla Yonif TP 879/RK yang saat itu sedang siaga di sekitar lokasi langsung bergerak melakukan pemadaman.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutim, Sugio, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, respons cepat personel di lokasi berhasil mencegah api meluas.

“Api berhasil segera dipadamkan sebelum membesar. Personel yang standby langsung melakukan penanganan,” kata Sugio.

Meski api berhasil dijinakkan, insiden tersebut mengakibatkan satu warga sipil mengalami luka bakar pada bagian kaki kanan. Korban langsung dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, dari sisi kerugian material, satu unit pompa bensin mini yang digunakan untuk penjualan BBM ikut terbakar.

Lima APAR Dikerahkan

Dalam proses pemadaman, sejumlah alat pemadam api ringan (APAR) milik kantor BPBD Kutim turut digunakan untuk membantu mengendalikan api.

Sugio menyebut terdapat lima unit APAR yang dikeluarkan. Dari jumlah tersebut, satu unit habis digunakan untuk memadamkan api, dua unit hanya menyisakan tekanan angin, satu unit mengalami kerusakan karena tidak dapat ditekan, sementara satu unit lainnya masih dalam kondisi baik.

“Dari lima APAR yang kami keluarkan, satu habis kami gunakan untuk memadamkan api, dua hanya tinggal anginnya, satu rusak karena tidak bisa ditekan, dan satu masih dalam kondisi baik,” jelasnya.

Sugio mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menangani, memindahkan maupun menyimpan BBM. Aktivitas yang melibatkan sumber api, termasuk merokok, harus dihindari di sekitar bahan bakar.

Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa BBM merupakan material yang mudah terbakar. Penanganan yang tidak hati-hati, terlebih ketika terjadi tumpahan dan terdapat sumber api, dapat memicu kebakaran dalam waktu singkat.

Beruntung, keberadaan personel yang siaga di sekitar lokasi membuat api dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *