Enam Desa di Sangkulirang Kini Nikmati Listrik 24 Jam, Bupati Kutim: “Kita Sudah Merdeka

diadmin
11 Views
4 Min Read

SANGKULIRANG— Penantian panjang warga di enam desa di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya berbuah lega. Aliran listrik PLN kini menyala 24 jam penuh setelah jaringan kelistrikan resmi beroperasi di wilayah tersebut.

Enam desa yang kini menikmati layanan listrik 24 jam itu yakni Desa Saka, Palawan, Tepian Terap, Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera, dan Peridan.

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Halaman Kantor Desa Saka, Sabtu (29/8/2026) malam. Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemkesra Trisno, Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan, Anggota DPRD Kutim Ardiansyah, Plh Manajer ULP Bontang Tri Hari Lukito serta sejumlah undangan.

Bagi Ardiansyah, tersambungnya listrik 24 jam bukan sekadar persoalan penerangan. Kehadiran listrik menjadi bagian penting dari perubahan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi warga yang selama ini masih bergantung pada sumber listrik yang dikelola secara mandiri.

“Coba ditanya ke enam desa ini, pasti jawabannya sekarang kita sudah merdeka, karena listrik sudah 24 jam,” kata Ardiansyah.

Sebelum jaringan PLN masuk, masyarakat di sejumlah desa tersebut mengandalkan penerangan terbatas melalui pengelolaan mandiri, termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kondisi itu membuat durasi penggunaan listrik terbatas, sementara biaya yang harus dikeluarkan masyarakat relatif lebih tinggi.

Menurut Ardiansyah, pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi antara program prioritas Pemerintah Kabupaten Kutim dengan program Listrik Desa (Lisdes) PT PLN (Persero).

Masuknya jaringan interkoneksi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara juga menjadi salah satu faktor yang mempercepat elektrifikasi wilayah yang berada di jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Dengan listrik yang tersedia sepanjang hari, pemerintah daerah berharap masyarakat tidak hanya menikmati penerangan, tetapi juga mampu menangkap peluang ekonomi baru.

Ardiansyah mendorong warga memanfaatkan keberadaan listrik untuk mengembangkan usaha rumahan maupun aktivitas produktif lainnya.

PLN juga telah menyediakan layanan tambah daya bagi masyarakat yang membutuhkan kapasitas lebih besar. Dari daya standar 900 VA, pelanggan dapat mengajukan peningkatan menjadi 1.300 VA, 2.200 VA, hingga kapasitas yang lebih tinggi sesuai kebutuhan.

Namun, Ardiansyah mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan.

Ia meminta warga menggunakan instalasi dan kabel listrik yang memenuhi standar, termasuk kabel sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), untuk mengantisipasi korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.

“Saya menekankan pentingnya penggunaan standar kabel kelistrikan yang aman dan sesuai SNI guna menghindari risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Selain keselamatan, masyarakat juga diminta menggunakan energi listrik secara bijak dan hemat.

Pemkab Kutim memastikan upaya pemerataan akses listrik belum berhenti di enam desa tersebut. Pembangunan jaringan listrik masih terus dikebut untuk menjangkau sejumlah desa dan dusun yang belum mendapatkan layanan listrik 24 jam.

Ardiansyah menyebut masih terdapat tiga desa yang menjadi sasaran berikutnya, yakni Desa Pulau Miang, Sandaran, dan Tanjung Mangkalihat.

Ketiganya ditargetkan sudah mendapatkan aliran listrik pada tahun depan.

Bagi pemerintah daerah, pemerataan listrik menjadi bagian penting dalam membuka akses pembangunan di wilayah pedalaman dan pesisir Kutim.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan masyarakat Sangkulirang, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT PLN atas sinergi dan kerja kerasnya,” pungkas Ardiansyah.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *