Cegah Kanker Serviks, 303 Perempuan di Kutim Jalani Pap Smear Gratis

Redaksi
14 Views
4 Min Read

Sangatta – Sebanyak 303 perempuan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memanfaatkan layanan pemeriksaan Pap Smear secara cuma-cuma. Program deteksi dini kanker leher rahim ini digelar serentak oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama BPJS Kesehatan pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Peluncuran agenda kesehatan preventif ini dipusatkan di tiga fasilitas kesehatan sekaligus, yakni Puskesmas Teluk Lingga, Puskesmas Sangatta Utara, dan Puskesmas Sangatta Selatan. Kegiatan tersebut mengusung tema “Dengan Pap Smear Kita Cegah Kanker Leher Rahim pada Wanita Sejak Dini”.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan bahwa kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan ancaman nyata bagi keselamatan perempuan. Deteksi dini menjadi kunci utama karena penyakit ini menempati urutan fatalitas yang tinggi di Indonesia.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa kanker serviks ini merupakan penyakit kanker yang sangat mematikan, di mana menduduki peringkat kedua setelah kematian akibat kanker payudara,” ujar dr. Yuwana.

Ia menjelaskan, rangkaian intervensi kesehatan dilakukan lewat sejumlah tahapan pencegahan, mulai dari primer, sekunder, hingga tersier. Pada pencegahan awal, pemerintah menyasar siswi sekolah dasar melalui program imunisasi Human Papillomavirus (HPV).

“Untuk pencegahan dari awal, anak-anak perempuan kita kelas 5 dan 6 SD kita berikan imunisasi yaitu HPV, kemudian ini masuk juga di dalam program nasional,” kata dr. Yuwana menerangkan.

Selain imunisasi, deteksi sekunder dijalankan lewat metode IVA test dan Pap Smear. Pemeriksaan IVA test menggunakan asam asetat pada leher rahim, sedangkan Pap Smear memeriksa sampel sel patologi untuk mendeteksi perubahan sel sebelum berkembang menjadi kanker ganas.

Layanan skrining gratis di tiga puskesmas tersebut baru tahap permulaan. Sebanyak 303 peserta yang telah terdaftar akan diikuti oleh giliran peserta lain di 21 puskesmas se-Kutai Timur pada jadwal berikutnya.

“Saat ini yang terdaftar untuk mengikuti Pap Smear sudah ada sebanyak 303 orang wanita, dan sisanya akan kita laksanakan di jadwal hari yang lain serta 21 puskesmas lainnya,” tutur dr. Yuwana.

Ia turut mengapresiasi komitmen kepala daerah yang sukses membawa Kutai Timur menyandang status Universal Health Coverage (UHC). Berkat program tersebut, masyarakat tidak perlu lagi cemas mengenai biaya medis karena kepesertaan JKN di Kutim sudah melampaui target hingga 106 persen.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah VIII, dr. Herman Dinata Mihardja, turut memuji capaian jaminan kesehatan Kutim. Wilayah kerja yang ia pimpin membawahi empat provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

“Kedeputian Wilayah VIII ini ada kurang lebih empat provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara, dan alhamdulillah untuk Kabupaten Kutim ini adalah yang paling tinggi cakupannya,” ungkap dr. Herman.

Cegah Kanker Serviks, 303 Perempuan di Kutim Jalani Pap Smear Gratis

Selain kepesertaan 106 persen, tingkat keaktifan peserta JKN di Kutim telah mencapai angka 97 persen. Herman menaruh harapan besar bahwa sinergi jajaran pimpinan daerah hingga Dinas Kesehatan mampu mendorong angka keaktifan itu genap menyentuh 100 persen pada 2027.

Herman mengingatkan kembali pentingnya kesadaran kaum hawa untuk memeriksakan diri secara berkala demi menjaga ketahanan kesehatan keluarga.

“Harapan pertama ya sehat, ibu-ibu semua sehat, karena kalau ibu sehat insya Allah keluarga pun sehat, dan jika ada tanda-tanda awal bisa segera dideteksi serta diterapi sedini mungkin,” tutup Herman.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *