SANGATTA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong generasi muda agar tidak sekadar menjadi peserta dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi persiapan upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang dipimpin Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, di Kantor Dispora Kutim, Selasa (20/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri perwakilan Lanal Sangatta, Kodim 0909/KTM, Polres Kutim, serta sejumlah organisasi kepemudaan (OKP). Pertemuan membahas kesiapan teknis pelaksanaan upacara sekaligus memperkuat keterlibatan pemuda dalam menyukseskan peringatan yang jatuh pada 28 Oktober 2026.
Basuki menegaskan, peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya agenda tahunan pemerintah, melainkan momentum bersama untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap tanggung jawabnya bagi masyarakat dan daerah.
“Ini bukan hanya kegiatan Dispora. Sumpah Pemuda adalah milik semua pemuda. Kami ingin mereka ikut mengambil peran, bukan sekadar datang dan mengikuti upacara,” kata Basuki.
Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari mengembangkan kreativitas, menyampaikan gagasan, hingga terlibat dalam kegiatan sosial dan pembangunan sesuai potensi masing-masing.
Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global, generasi muda juga dituntut mampu memanfaatkan peluang sekaligus menjaga persatuan. Kemampuan memilah informasi, menggunakan ruang digital secara bijak, serta menghargai perbedaan menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan zaman.
Basuki menilai, keterlibatan berbagai unsur dalam persiapan upacara menjadi langkah untuk memperkuat kolaborasi. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan organisasi kepemudaan diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan seremonial, tetapi berlanjut dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin semua pihak bekerja bersama agar kegiatan berjalan baik. Yang lebih penting, pemuda merasa punya tempat dan tanggung jawab untuk ikut membangun Kutai Timur,” ujarnya.
Pemuda Berprestasi Bakal Mendapat Apresiasi
Selain mematangkan persiapan upacara, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga menyiapkan penghargaan bagi pemuda dan pemudi berprestasi berusia 16 hingga 30 tahun.
Penghargaan tersebut ditujukan kepada generasi muda yang memiliki prestasi maupun rekam jejak kontribusi nyata di berbagai bidang. Langkah ini diharapkan menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras sekaligus motivasi bagi pemuda lainnya untuk terus berkarya.
Basuki menyebut, Kutai Timur memiliki anak muda dengan beragam kemampuan dan potensi yang layak mendapatkan perhatian. Karya serta kontribusi mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
“Banyak anak muda Kutai Timur yang punya kemampuan dan sudah berbuat sesuatu untuk daerah. Kami ingin kerja keras mereka mendapat perhatian dan bisa menjadi contoh bagi pemuda lainnya,” ungkapnya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kutai Timur diharapkan tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga memperkuat semangat persatuan dan kepedulian generasi muda.
Momentum 28 Oktober menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemuda yang berani menyampaikan gagasan, menghasilkan karya, dan mengambil tanggung jawab bagi masa depan Kutai Timur.
Dengan ruang partisipasi yang semakin terbuka dan dukungan berbagai pihak, generasi muda diharapkan mampu menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda menjadi kontribusi nyata bagi daerah dan Indonesia.