Air Bersih Mulai Mengalir, Sangkulirang Bersiap Terhubung Jalur Pelni 2028

diadmin
5 Views
2 Min Read

SANGKULIRANG — Persoalan air bersih yang selama ini menjadi salah satu kendala masyarakat Kecamatan Sangkulirang mulai mendapat titik terang. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur resmi mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang kini telah melayani ribuan sambungan rumah.

Peresmian pengoperasian SPAM tersebut dilakukan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman saat berada di Kecamatan Sangkulirang, Minggu (30/8/2026).

Pada tahap awal, layanan air bersih telah menjangkau sekitar 1.400 sambungan rumah (SR). Pemerintah juga menyiapkan tambahan kuota sebanyak 500 sambungan rumah bagi warga yang belum mendapatkan layanan.

Sistem tersebut merupakan hasil kolaborasi Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim dengan PT Melati Bakti Sakti (MBS) Kalimantan Timur. Sumber layanan memanfaatkan fasilitas SPAM yang berada di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

Ardiansyah meminta masyarakat yang belum terhubung segera memanfaatkan tambahan kuota sambungan. Menurutnya, keberadaan air bersih harus dimanfaatkan secara optimal setelah layanan mulai berjalan.

“Alhamdulillah air bersih sudah lancar,” ujar Ardiansyah dalam kegiatan di Lapangan Sepak Bola Rajawali, Desa Benua Baru Ilir.

Tak hanya air bersih, pembangunan infrastruktur dasar di Sangkulirang juga mulai bergerak pada sektor kelistrikan. Enam desa di wilayah tersebut kini telah menikmati layanan listrik selama 24 jam dari PT PLN (Persero).

Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan konektivitas yang lebih luas melalui jalur laut.

Pemkab Kutim telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Perhubungan. Salah satu rencana yang didorong melalui kerja sama tersebut adalah menjadikan Pelabuhan Sungai Tanjung Keramat di Sangkulirang sebagai titik singgah kapal Pelni.

Targetnya, akses tersebut dapat terealisasi paling cepat pada 2028, dengan rute pelayaran yang menghubungkan Sangkulirang menuju Palu dan wilayah sekitarnya.

Jika rencana tersebut terealisasi, masyarakat Sangkulirang tidak hanya memperoleh akses air bersih dan listrik yang lebih baik, tetapi juga memiliki konektivitas transportasi laut yang lebih terbuka.

Pemerintah berharap peningkatan infrastruktur dasar dan konektivitas tersebut dapat ikut menggerakkan aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Sangkulirang.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *