Disdikbud Kutim Perluas Akses Pendidikan Lewat Lebih dari 10 Sekolah Filial

Redaksi
423 Views
2 Min Read

SANGATTA – Keterbatasan akses dan minimnya jumlah peserta didik tidak menjadi alasan bagi anak-anak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim mengoptimalkan sekolah filial sebagai solusi pembelajaran bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sulit dijangkau.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan sekolah filial merupakan bagian dari sekolah induk yang dibuka di lokasi berbeda agar lebih dekat dengan tempat tinggal peserta didik. Skema ini diterapkan ketika jumlah anak belum memadai untuk mendirikan satuan pendidikan mandiri, sementara jarak menuju sekolah induk menjadi kendala.

“Sekolah filial itu sebenarnya sekolah perantara atau sekolah darurat. Biasanya karena faktor akses keterjangkauan,” ujar Mulyono.

Melalui pola tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di lokasi yang lebih mudah dijangkau. Guru didatangkan dari sekolah induk sehingga anak-anak di kawasan terpencil tetap memperoleh layanan pendidikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh setiap hari.

Mulyono menyebut, jumlah sekolah filial di Kutim telah mencapai lebih dari 10 unit. Salah satu contohnya berada di wilayah Pulau Miang. Keberadaan fasilitas ini menjadi alternatif bagi daerah dengan jumlah anak usia sekolah yang relatif sedikit, sekitar 10 hingga 20 peserta didik.

“Kalau misalnya ada 10 orang, 20 orang kan itu mungkin karena sulit dijangkau dia sekolah di sana. Nanti gurunya yang datang,” jelasnya.

Menurut dia, sekolah filial berpeluang dikembangkan menjadi sekolah mandiri apabila jumlah peserta didik dan kondisi wilayah sudah memenuhi kebutuhan pendirian sekolah baru. Dengan demikian, pengembangan pendidikan dapat menyesuaikan kondisi setiap daerah.

Meski demikian, keterbatasan tenaga pengajar masih menjadi tantangan. Mulyono mengungkapkan, sejumlah sekolah filial mendapat dukungan perusahaan untuk membantu pembayaran honor guru.

“Karena guru sangat terbatas, beberapa sekolah ini juga dibantu oleh pihak perusahaan,” pungkasnya.

Upaya ini diharapkan menjaga keberlangsungan pembelajaran sekaligus memperluas jangkauan layanan pendidikan di Kutim. (ADV/Kominfo/Kutim)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *