Tak Ada Lagi Puskesmas Berkinerja Rendah, BPJS Minta Layanan Kesehatan di Kutim Terus Ditingkatkan

diadmin
4 Views
3 Min Read

SANGATTA – Kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas di Kabupaten Kutai Timur menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) Semester I Tahun 2026, tidak ada lagi puskesmas di Kutim yang berada pada kategori berkinerja rendah dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.

Hasil evaluasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Kesehatan Puskesmas yang digelar BPJS Kesehatan Cabang Kutai Timur bersama Dinas Kesehatan dan seluruh perwakilan puskesmas di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutai Timur.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kutai Timur, Herman Prayudi, menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan seluruh puskesmas telah keluar dari kategori dengan konversi pembayaran kapitasi di bawah 2,5 persen. Meski demikian, peningkatan kualitas pelayanan tetap menjadi pekerjaan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam evaluasi itu juga terungkap bahwa baru 8 dari 21 puskesmas di Kutai Timur yang berhasil mencapai Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) 100 persen pada Semester I Tahun 2026. BPJS Kesehatan menargetkan seluruh puskesmas mampu mencapai capaian serupa pada semester kedua.

“Kami berharap semua puskesmas bisa mencapai rating 4 dan memperoleh KBK 100 persen. Capaian yang sudah baik ini menjadi bahan diskusi untuk mengejar target kinerja puskesmas lainnya,” ujar Herman.

Menurutnya, peningkatan pelayanan tidak hanya diukur dari capaian administrasi, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Karena itu, BPJS Kesehatan mendorong puskesmas untuk memperkuat layanan promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, kunjungan sehat, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Selain itu, pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) juga menjadi perhatian. Puskesmas didorong mengoptimalkan pemeriksaan rutin, seperti pengecekan gula darah dan tekanan darah, sekaligus memperkuat edukasi kepada peserta melalui berbagai media agar pengelolaan penyakit kronis berjalan lebih efektif.

Melalui evaluasi berkala ini, BPJS Kesehatan berharap seluruh indikator yang belum tercapai pada semester pertama dapat dipenuhi pada semester kedua. Dengan sinergi antara BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan seluruh puskesmas, kualitas pelayanan kesehatan di Kutai Timur diharapkan terus meningkat sehingga masyarakat peserta JKN memperoleh layanan yang semakin cepat, berkualitas, dan merata.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *