Operator Dump Truck Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Area Tambang PT KPC

diadmin
4 Views
2 Min Read

SANGATTA – Kecelakaan kerja fatal kembali terjadi di area operasional PT Kaltim Prima Coal (KPC), Kabupaten Kutai Timur. Seorang operator dump truck dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang terjadi pada Jumat dini hari, 29 Mei 2026, sekitar pukul 01.28 WITA.

Korban diketahui bernama Viki Alpiansyah (ID: Z115339), karyawan PT Borneo Prima Jasa yang bertugas sebagai operator dump truck di bawah Departemen Bintang, Divisi Mining Operation PT KPC. Informasi mengenai kejadian tersebut mencuat setelah beredarnya memorandum internal yang disebut berasal dari Kepala Teknik Tambang.

Berdasarkan informasi awal yang beredar, kecelakaan terjadi saat korban mengoperasikan unit Dump Truck CAT789 bernomor T725 di kawasan Dumping Point Seluang untuk melakukan dumping material over burden. Saat proses dumping berlangsung, unit diduga terperosok hingga bagian depan kendaraan terangkat dan muatan tertumpah ke belakang.

Dalam kondisi tersebut, korban disebut keluar dari kabin menuju bagian depan kendaraan. Setelah seluruh muatan selesai ditumpahkan dan posisi dump truck kembali normal, korban diduga tertimpa ban depan kiri kendaraan yang menyebabkan cedera fatal.

Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh operator dozer unit E553 yang berada di sekitar lokasi kerja. Saksi kemudian menghentikan aktivitasnya dan melakukan pengecekan sebelum menemukan korban berada di bawah ban depan dump truck. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pengawas area untuk penanganan lebih lanjut.

Pasca-insiden, aktivitas operasional di area terkait dilaporkan sempat dihentikan sementara guna kepentingan penanganan lokasi kejadian serta proses investigasi internal. Hingga saat ini, manajemen PT KPC maupun PT Borneo Prima Jasa belum memberikan keterangan resmi lengkap terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Insiden ini kembali menjadi sorotan mengenai pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat di lingkungan pertambangan yang memiliki risiko kerja tinggi. Proses investigasi disebut masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan dan langkah evaluasi yang akan dilakukan ke depan.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *