Dilepas di Masjid Al Faruq, 176 Jemaah Haji Kutai Timur Menuju Embarkasi Balikpapan

diadmin
4 Views
3 Min Read

Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur resmi melepas keberangkatan 176 jemaah haji pada Minggu (3/5/2026) di Masjid Agung Al Faruq, Sangatta. Ratusan jemaah tersebut diberangkatkan menggunakan empat unit bus menuju embarkasi Balikpapan sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi.

Jumlah jemaah yang diberangkatkan tahun ini terdiri dari 170 calon jemaah haji dan 6 petugas pendamping. Suasana haru dan khidmat mewarnai prosesi pelepasan yang dihadiri keluarga jemaah serta jajaran pemerintah daerah.

Bupati Kutai Timur dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar seluruh proses keberangkatan hingga kepulangan jemaah berjalan lancar tanpa hambatan.

“Alhamdulillah tahun ini jemaah haji Kutai Timur kita berangkatkan total 176 orang. Meskipun di antara mereka ada yang dalam kondisi kurang sehat, semoga tetap bisa berangkat dan sehat selama di Tanah Suci,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kelancaran perjalanan jemaah sejak dari Sangatta menuju embarkasi Balikpapan hingga penerbangan ke Arab Saudi. “Kita harapkan tidak ada hambatan di perjalanan. Dari sini ke embarkasi, penerbangan besok, hingga kembali nanti semuanya lancar,” tambahnya.

Berdasarkan data, jemaah termuda berusia 25 tahun, sementara yang tertua mencapai 76 tahun. Bupati turut mengingatkan kondisi cuaca di Mekkah yang diperkirakan cukup panas, sehingga jemaah diminta menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah.

“Tahun ini kondisi iklim di Mekkah cukup panas. Mudah-mudahan semua jemaah bisa menjalani ibadah dengan baik,” katanya.

Terkait kondisi keamanan, ia memastikan wilayah Mekkah dan Madinah tetap aman bagi pelaksanaan ibadah haji. “Insyaallah aman. Lokasi konflik jauh dari wilayah ibadah haji,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu calon jemaah haji asal Desa Sekurau, Kecamatan Bengalon, Alia, mengaku bersyukur akhirnya dapat berangkat setelah menunggu sekitar tujuh hingga delapan tahun.

“Alhamdulillah, siapa yang tidak senang. Sudah lama menunggu akhirnya bisa berangkat tahun ini,” ungkap Alia.

Sebagai petani yang sehari-hari menanam jagung, cabai, dan pisang, Alia mengatakan dirinya memiliki doa khusus yang akan dipanjatkan di Tanah Suci.

“Berdoa supaya panjang umur, sehat badan, murah rezeki, dan supaya kerja ke depan ada rezekinya,” ujarnya.

Alia yang berusia 72 tahun itu berharap dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan khusyuk serta kembali sebagai haji yang mabrur.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *