Bengen Lepek Majau Jadi Bukti Harmoni Antar Suku, Mahyunadi Siap Dorong Pengembangan Wisata Rindang Benua

diadmin
4 Views
3 Min Read

Sangatta Selatan – Suasana penuh kebersamaan dan semangat pelestarian budaya mewarnai pelaksanaan kegiatan Bengen Lepek Majau yang berlangsung di Dusun Rindang Benua Kilometer 10 pada Jumat 5 Juni 2026, Kecamatan Sangatta Selatan. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang hadir dan menyaksikan antusiasme masyarakat.

Dalam sambutannya, Mahyunadi menilai Bengen Lepek Majau bukan sekadar perayaan budaya, melainkan cerminan kehidupan masyarakat yang mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku dan latar belakang.

Menurutnya, keberadaan masyarakat adat di Dusun Rindang Benua menunjukkan sikap terbuka dan mampu berinteraksi dengan seluruh elemen masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Nilai-nilai seperti inilah yang dinilai perlu terus dipertahankan dan dikembangkan.

“Yang membuat saya bangga adalah masyarakat adat di sini sangat terbuka dan bisa menyatu dengan masyarakat lainnya. Kebersamaan seperti ini menjadi modal besar dalam menjaga persatuan sekaligus melestarikan budaya,” ujarnya.

Mahyunadi juga mengaku terkesan dengan penampilan para penari yang tampil dalam kegiatan tersebut. Ia melihat keterlibatan berbagai suku dalam pertunjukan budaya sebagai bukti bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan telah tumbuh kuat di lingkungan masyarakat.

“Kita bisa melihat sendiri bagaimana berbagai suku ikut terlibat dalam pertunjukan budaya. Ini menunjukkan bahwa keberagaman bukan menjadi pembatas, tetapi justru menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat,” katanya.

Melihat potensi budaya dan alam yang dimiliki Dusun Rindang Benua, Mahyunadi memastikan pemerintah daerah akan memberikan dukungan melalui peningkatan sarana dan prasarana penunjang. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.

Selain itu, ia menyebut Dusun Rindang Benua sejauh ini telah berkembang sebagai salah satu tujuan wisata masyarakat, meskipun statusnya belum ditetapkan secara resmi sebagai dusun wisata melalui keputusan pemerintah.

“Pada prinsipnya tempat ini sudah menjadi destinasi wisata. Tinggal bagaimana ke depan kita memperkuat pengembangannya agar semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Mahyunadi mengaku telah meminta Dinas Pariwisata Kutai Timur untuk memasukkan pengembangan kawasan tersebut ke dalam agenda prioritas sektor pariwisata daerah. Berbagai usulan yang disampaikan pemerintah dusun juga akan diupayakan masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2027.

Melalui dukungan pemerintah dan keterlibatan aktif masyarakat, Dusun Rindang Benua diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang tidak hanya menjaga warisan tradisi, tetapi juga menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Kutai Timur.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *