
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong pertumbuhan dan penguatan koperasi melalui pola pembinaan yang lebih aktif. Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kutim mencatat perkembangan jumlah koperasi yang kini telah mencapai lebih dari 600 unit.
Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UKM Kutim, Firman Wahyudi, mengatakan pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari perubahan pola pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan dengan menunggu koperasi datang ke kantor dinas.
“Kalau kita standar SOP kita berikan tanpa ada konsep-konsep untuk jemput bola, otomatis nanti stuck di situ saja. Peningkatan koperasi juga tidak signifikan,” ujar Firman.
Melalui pendekatan jemput bola, tim Diskop UKM turun langsung untuk melakukan pendataan, pembinaan, hingga pengawasan terhadap koperasi. Pola tersebut juga didukung keterlibatan pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan koperasi, termasuk Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan peresmian kantor koperasi.
Selain pembinaan di lapangan, pemerintah daerah juga meningkatkan kegiatan pelatihan. Jika sebelumnya pelatihan koperasi hanya dilakukan sekitar satu kali dalam setahun, kini kegiatan tersebut dapat dilaksanakan hingga 10 angkatan dalam setahun.
Firman menilai perhatian pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong perkembangan koperasi di Kutim.
“Yang awalnya kita pelatihan hanya satu tahun sekali menggunakan dana DAK, Pak Bupati secara khusus bisa setahun kita sampai sepuluh kali angkatan,” katanya.
Penguatan koperasi juga dilakukan melalui kegiatan Gebyar Koperasi dan UKM yang menjadi ruang promosi sekaligus pengembangan usaha bagi koperasi dan pelaku UKM lokal. (ADV/Kominfo/Kutim)