
SANGATTA – Pembangunan Kutai Timur (Kutim) tidak hanya berbicara soal besarnya anggaran, tetapi juga bagaimana setiap rupiah diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Memasuki perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim kembali menegaskan enam prioritas pembangunan sebagai pijakan hingga akhir tahun.
Enam prioritas tersebut meliputi peningkatan infrastruktur dan konektivitas, transformasi ekonomi berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan tata kelola dan kapasitas pemerintah daerah, peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta penguatan ketahanan pangan. Percepatan penurunan stunting juga menjadi bagian dari agenda peningkatan kualitas SDM.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, arah pembangunan tersebut disusun untuk menjaga kesinambungan antara peningkatan kualitas manusia, penguatan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur.
“Tema pembangunan Kabupaten Kutai Timur tahun 2026 yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai penggerak transformasi ekonomi yang didukung dengan kemantapan infrastruktur yang mendukung investasi,” ujar Ardiansyah.
Menurut Ardiansyah, penyesuaian anggaran dilakukan berdasarkan evaluasi pelaksanaan APBD hingga semester pertama, kesiapan kegiatan, kebutuhan penyelesaian program, serta kemampuan pelaksanaan sampai akhir tahun.
Karena itu, pemerintah tidak hanya melihat ketersediaan anggaran, tetapi juga memastikan program yang diprioritaskan memiliki urgensi dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penajaman alokasi anggaran tetap memperhatikan kebutuhan pelayanan masyarakat, kemampuan keuangan daerah, tingkat urgensi program, serta kesiapan kegiatan untuk diselesaikan hingga akhir tahun,” tegasnya.
Dengan proyeksi pendapatan perubahan APBD sekitar Rp6,408 triliun, enam prioritas tersebut menjadi arah pemerintah dalam mempertajam belanja pembangunan. Harapannya, perubahan anggaran tidak sekadar menjadi penyesuaian administratif, tetapi mampu memastikan program prioritas tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kutim. (ADV/Kominfo/Kutim)