Kualitas Udara Memburuk, Pemkab Kutim Siapkan Tiga Titik Pemantauan

Redaksi
408 Views
2 Min Read

SANGATTA – Kabut tebal yang menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai membuat masyarakat waswas. Jarak pandang yang terbatas membuat aktivitas warga, termasuk anak-anak sekolah, ikut terdampak. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim terus menyiapkan langkah untuk memperkuat pemantauan kualitas udara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Aji Wijaya Efendi, mengatakan kondisi udara di kawasan Sangatta saat ini kurang baik. Bahkan, jarak pandang di sejumlah lokasi disebut hanya berkisar 50 hingga 100 meter.

“Ya jelas jelek. Di atas 55 aja sudah jelek,” ujar Aji.

Kondisi tersebut juga dirasakan warga di sejumlah kawasan. Aji menyebut perbedaan kondisi cukup terlihat antara kawasan Kabo dan Bukit Pelangi. Di Kabo, kabut disebut lebih tebal sehingga jarak pandang menjadi semakin terbatas.

Untuk memperkuat pemantauan, Pemkab Kutim menyiapkan tiga titik pemantauan kualitas udara yang berada di Sangatta, Bengalon, dan Wahau. Nantinya, informasi dari titik pemantauan tersebut direncanakan dapat ditampilkan melalui videotron sehingga masyarakat bisa mengetahui perkembangan kualitas udara secara berkala.

“Ada tiga titik di Sangatta, Bengalon sama Wahau. Nanti tiga titik itu ada di videotron semua, nanti tiap hari,” jelasnya.

Sembari menunggu sistem pemantauan tersebut berjalan, DLH juga memanfaatkan data dari alat portable milik perusahaan. KPC disebut tengah memasang alat portable, sementara sistem pemantauan di Indominco disebut telah berjalan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah memperoleh data yang lebih terukur sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi udara di Kutim. (ADV/Kominfo/Kutim)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *