Kualitas Udara Memburuk, Nasib Sekolah di Kutim Menunggu Koordinasi BPBD

Redaksi
418 Views
2 Min Read

SANGATTA – Tebalnya tebal di sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Jarak pandang yang disebut hanya berkisar 50 hingga 100 meter membuat kecemasan meningkat, terutama bagi orang tua yang harus melepas anaknya beraktivitas di luar rumah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Aji Wijaya Efendi, mengatakan kondisi kualitas udara di Sangatta saat ini tergolong buruk. Pemantauan kondisi udara juga terus dilakukan sambil menunggu data yang lebih lengkap dari sejumlah alat pemantau.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian pemerintah daerah karena menyangkut aktivitas belajar mengajar. Hingga saat ini, sekolah masih melaksanakan kegiatan belajar. Namun, siswa SD dan SMP disebut dipulangkan lebih cepat sekitar pukul 13.00 WITA sebagai langkah antisipasi.

“Anak-anak hari ini masih sekolah. Ini tapi anak-anak dipulangkan cepat. Yang SD, SMP pulang cepat, jam 1 sudah pulangan,” ujarnya.

Aji mengatakan keputusan mengenai langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penghentian sementara kegiatan sekolah, masih membutuhkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim.

Menurutnya, pemerintah juga membutuhkan data pemantauan yang lebih akurat untuk menentukan langkah penanganan. Saat ini, sejumlah perusahaan mulai menggunakan alat portable untuk membantu pemantauan kualitas udara.

DLH Kutim juga tengah menyiapkan sistem pemantauan di tiga wilayah, yakni Sangatta, Bengalon, dan Wahau. Nantinya, informasi kualitas udara tersebut direncanakan dapat ditampilkan melalui videotron sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi udara secara berkala.

Aji menegaskan, koordinasi lintas instansi diperlukan agar keputusan yang menyangkut keselamatan dan aktivitas masyarakat dapat dilakukan berdasarkan data serta kondisi lapangan. (ADV/Kominfo/Kutim)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *