Di Tengah Aktivitas Tambang, Swarga Bara Kutim Tetap Andalkan Potensi Perkebunan

Pariwara
520 Views
2 Min Read

SANGATTA – Aktivitas pertambangan yang mendominasi sebagian wilayah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tidak lantas menghilangkan potensi sektor pertanian dan perkebunan. Di sejumlah kawasan, masyarakat masih mengelola lahan produktif dengan komoditas jagung, kelapa sawit, durian hingga rambutan.

Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti, menyebutkan sekitar 20 persen wilayah desa dimanfaatkan untuk perkebunan dan pertanian. Salah satu kawasan pengembangan jagung berada di Kampung Makassar, tidak jauh dari Telaga Batu Arang.

“Walaupun sekitar 60 persen wilayah Swarga Bara merupakan kawasan pertambangan, masih ada 20 persen yang menjadi wilayah perkebunan,” ujarnya.

Potensi serupa juga ditemukan di Kampung Jawa. Warga setempat mengembangkan kebun sawit dan tanaman buah yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Di antara komoditas tersebut, rambutan pernah membawa Swarga Bara dikenal sebagai kawasan agrowisata.

Tradisi membuka kebun rambutan bagi pengunjung menjadi daya tarik tersendiri ketika musim panen tiba. Masyarakat dapat menikmati buah langsung dari pohonnya, kemudian membayar buah yang dibawa pulang berdasarkan hasil penimbangan.

“Ketika musim rambutan, kebun biasanya dibuka untuk umum. Pengunjung bisa makan rambutan di dalam kebun, sedangkan buah yang dibawa pulang akan ditimbang,” jelas Rulliyanti.

Selain rambutan, kebun durian juga masih dijumpai di wilayah desa tersebut. Keberadaan beragam tanaman ini memperlihatkan bahwa Swarga Bara memiliki potensi ekonomi yang tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan.

Bagi desa, pertanian dan perkebunan merupakan aset yang dapat terus dikembangkan sesuai potensi wilayah serta keterlibatan masyarakat. Pengelolaan lahan produktif juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

“Jadi, sekitar 20 persen wilayah Desa Swarga Bara ditunjang oleh perkebunan dan pertanian,” tutupnya. (ADV/Kominfo/Kutim)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *