Resmikan Underpass STA 34+700, Ardiansyah Sulaiman Tekankan Kontribusi Industri bagi Masyarakat Kutim

Redaksi
7 Views
4 Min Read

RANTAU PULUNG – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, meresmikan underpass STA 34+700 yang menjadi bagian dari infrastruktur pendukung proyek Nusaraya milik PT Kaltim Nusantara Coal (KNC), di Desa Pulung Sari, Kecamatan Rantau Pulung, Kamis (5/11/2026).

Peresmian tersebut turut dihadiri jajaran manajemen PT Ithaca Resources, PT Kaltim Nusantara Coal, PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) selaku kontraktor infrastruktur hauling road, unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, kepala desa, serta perwakilan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kutai Timur.

Underpass STA 34+700 merupakan underpass kedua yang diresmikan di kawasan Lingkar Simpang Perdau. Pembangunannya menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur hauling road Proyek Nusaraya yang dilaksanakan PT KNC bersama kontraktor pelaksana.

Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, dilanjutkan sambutan perwakilan perusahaan dan Bupati Kutai Timur.

Dalam sambutannya, Ardiansyah menyampaikan bahwa pembangunan underpass menjadi langkah penting untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran aktivitas transportasi, khususnya kendaraan operasional pertambangan yang melintasi jalur tersebut.

Ia menyebut, keberadaan underpass juga menjadi solusi terhadap persilangan jalur kendaraan tambang dengan akses masyarakat yang selama ini berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

“Alhamdulillah, dengan adanya pembangunan underpass ini tidak ada lagi jalur yang meresahkan masyarakat maupun pengguna jalan lainnya. Semua bisa berjalan sesuai koridor yang telah ditentukan,” ujarnya.

Ardiansyah juga mengapresiasi pembangunan infrastruktur yang dilakukan perusahaan pertambangan di Kutai Timur. Menurutnya, sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam yang besar, Kutim harus mampu memastikan aktivitas industri memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan, kontribusi perusahaan tidak boleh hanya diukur dari keuntungan usaha, tetapi juga harus mencakup aspek ekonomi masyarakat, perlindungan lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Saya tidak ingin industri yang kita siapkan untuk para pengusaha padat modal hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan semata. Keuntungan itu juga harus dirasakan masyarakat sekitar, lingkungan, dan keberlangsungan kehidupan di wilayah tersebut,” tegasnya.

Bupati turut menekankan pentingnya koordinasi antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam setiap rencana pembangunan maupun pengembangan kegiatan industri. Sinergi tersebut diperlukan agar investasi berjalan searah dengan kepentingan pembangunan daerah.

Di sisi lain, Ardiansyah mengingatkan seluruh perusahaan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi kemarau panjang yang masih berlangsung di wilayah Kutai Timur.

Ia meminta perusahaan pertambangan maupun perkebunan tidak hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran, tetapi juga mengambil tindakan cepat apabila menemukan titik api di sekitar wilayah operasional.

“Kalau melihat ada kebakaran, segera lakukan pemadaman. Jangan menunggu orang lain. Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan dan lahan yang ada, karena ini merupakan modal investasi jangka panjang,” pesannya.

Menurutnya, Kutai Timur masih memiliki kawasan hutan yang luas dan harus dijaga keseimbangannya. Pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan industri harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT Kaltim Nusantara Coal, Susanto selaku External Relation Division Head, menyampaikan bahwa peresmian underpass STA 34+700 merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan infrastruktur pendukung Proyek Nusaraya.

Pihaknya mengapresiasi dukungan dan kolaborasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan hingga infrastruktur tersebut dapat diresmikan dan dimanfaatkan.

“Peresmian underpass STA 34+700 menjadi salah satu bagian dari upaya kami dalam mengembangkan infrastruktur pendukung Proyek Nusaraya. Kami mengapresiasi dukungan dan kolaborasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan ini,” ujar Susanto.

Melalui pembangunan fasilitas pendukung tersebut, PT Kaltim Nusantara Coal terus melanjutkan pengembangan infrastruktur Proyek Nusaraya sebagai bagian dari kegiatan usaha perusahaan di Kabupaten Kutai Timur.

Peresmian ini diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran operasional perusahaan, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan transportasi serta mendorong sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam pembangunan Kutai Timur.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *