Ardiansyah Sebut Sawit Jadi Andalan Indonesia, APKASINDO Diminta Perkuat Peran Petani

Redaksi
15 Views
3 Min Read

SANGATTA – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan sektor kelapa sawit memiliki peran strategis bagi perekonomian Indonesia. Karena itu, dukungan terhadap industri sawit perlu berjalan beriringan dengan upaya memperkuat perlindungan dan kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan Ardiansyah saat menghadiri pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD APKASINDO) Kutai Timur masa bakti 2026–2031 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Kamis (29/10/2026).

Menurut Ardiansyah, sawit merupakan komoditas andalan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Tidak hanya menghasilkan minyak sawit, komoditas ini juga dapat diolah menjadi beragam produk turunan yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

“Indonesia sawit menjadi andalan. Sehingga wajib kita dukung. Semua warga masyarakat wajib mendukung ini,” kata Ardiansyah.

Ia menilai, keberadaan APKASINDO menjadi penting dalam mempertemukan kepentingan petani dengan pemerintah. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan petani sekaligus mendorong terciptanya tata niaga sawit yang lebih adil.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Bupati adalah persoalan harga yang berpotensi merugikan petani akibat permainan tengkulak. Ia menyebut, upaya melindungi petani dari praktik tersebut merupakan bagian dari program yang ingin diperjuangkan APKASINDO bersama pemerintah.

“Salah satu di antara program mereka adalah ingin bersama-sama dengan pemerintah melindungi petani kelapa sawit dengan tidak ada harga yang dimainkan oleh para tengkulak,” ujarnya.

Ardiansyah berharap APKASINDO dapat mengambil peran lebih luas sebagai barometer keberadaan petani kelapa sawit, baik di Kutai Timur maupun Kalimantan Timur. Dengan demikian, aspirasi petani dapat tersalurkan dan persoalan yang dihadapi di lapangan memperoleh perhatian.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi atas penyerahan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) kepada sembilan koperasi sawit di Kutai Timur. Sertifikasi itu menjadi bagian dari upaya mendorong praktik perkebunan yang memenuhi standar keberlanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa perusahaan perlu diberikan kesempatan untuk terus berkembang, mengingat besarnya potensi produk sawit dalam mendukung berbagai sektor industri.

Melalui kepengurusan baru APKASINDO Kutai Timur periode 2026–2031, pemerintah daerah berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara organisasi petani, pemerintah, dan pelaku usaha.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan industri sawit, tetapi juga memastikan petani memperoleh perlindungan dan manfaat ekonomi yang lebih baik dari komoditas unggulan tersebut.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *