Gebyar Koperasi dan UKM Kutim Catat Perputaran Rp1,7 Miliar dalam Lima Hari

Redaksi
288 Views
2 Min Read

SANGATTA – Gebyar Koperasi dan UKM yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu upaya mendorong aktivitas ekonomi pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM). Dalam pelaksanaan terakhir, kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut mencatat perputaran transaksi hingga Rp1,7 miliar.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Kutim, Firman Wahyudi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.

“Kita punya konsep gebyar dan itu menjadi percontohan bagi kabupaten/kota yang lain. Kita bawa koperasi-koperasi yang sudah berhasil dan juga UKM unggulan di tiap wilayah,” kata Firman.

Menurutnya, pemerintah daerah memberikan ruang bagi koperasi dan UKM untuk berpartisipasi tanpa dibebani biaya stan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan pelaku usaha dalam memasarkan produk sekaligus mempertemukan mereka dengan konsumen secara langsung.

Firman menyebut capaian transaksi tersebut cukup signifikan mengingat kegiatan hanya berlangsung selama lima hari. “Perputaran itu Rp1,7 miliar. Bayangkan, itu hanya lima hari,” ujarnya.

Selain mendorong transaksi, kegiatan tersebut dinilai membantu memperkenalkan produk lokal yang sebelumnya belum banyak diketahui masyarakat. Produk unggulan dari berbagai wilayah Kutim dapat tampil dan mendapatkan perhatian lebih luas.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus menjadi bagian dari penguatan koperasi dan UKM di Kutim. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada aspek kelembagaan, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha, promosi, serta perluasan akses pasar bagi pelaku koperasi dan UKM. (ADV/Kominfo/Kutim)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *