Sapi Kurban Presiden di Kutim Lolos Pemeriksaan, Berat Capai Hampir Satu Ton

diadmin
13 Views
2 Min Read

KUTIM – Sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia untuk Kabupaten Kutai Timur dipastikan dalam kondisi sehat setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim.

Pejabat Fungsional Medik Veteriner Muda DTPHP Kutim, drh. Cut Meutia, mengatakan proses pemilihan sapi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan asal ternak, kondisi kesehatan, hingga bobot sapi yang diajukan.

Ia menjelaskan, bantuan sapi kurban Presiden untuk Kutim telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Pada Iduladha tahun sebelumnya, sapi bantuan ditempatkan di kawasan belakang RS Kudungga Sangatta.

“Program bantuan sapi Presiden ini sudah berjalan dua tahun. Tahun lalu penempatannya di belakang Rumah Sakit Kudungga,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Untuk tahun ini, sapi dipilih dari peternak lokal di wilayah Sangatta Selatan. Menurut Cut Meutia, ketentuan pengadaan mengharuskan sapi berasal langsung dari peternak, bukan dari pedagang hewan.

“Karena syaratnya memang harus dari peternak. Pak Mul ini memang beternak sapi, walaupun juga menjual,” katanya.

Selain asal ternak, ukuran sapi menjadi perhatian utama. Sapi bantuan Presiden tersebut memiliki bobot yang terus meningkat hingga mendekati satu ton.

“Awalnya beratnya sekitar 870 kilogram. Setelah dipelihara kembali dan ditambah pakannya, sekarang beratnya hampir 920 kilogram,” jelasnya.

DTPHP Kutim juga memastikan sapi telah melewati pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden RI. Pemeriksaan dilakukan pada seluruh kondisi fisik ternak untuk memastikan bebas dari penyakit.

“Mulai dari tubuh, mata, gigi, gusi sampai lidah semuanya diperiksa,” terang Cut Meutia.

Ia menambahkan, langkah tersebut penting dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih menjadi perhatian di sejumlah daerah.

“Karena saat ini penyakit hewan seperti PMK masih harus diwaspadai, sapi ini juga sudah divaksin sebelum ditetapkan,” ungkapnya.

Meski telah dinyatakan sehat, tim kesehatan hewan tetap melakukan pemeriksaan ulang setelah sapi tiba di lokasi penerima bantuan.

“Begitu sampai di lokasi penerima, kesehatannya tetap kami cek kembali untuk memastikan kondisinya aman,” pungkasnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *