Lomplai Siap Digelar, Kutai Timur Kejar Lonjakan Pengunjung

diadmin
6 Views
3 Min Read

Muara Wahau – Kutai Timur terus menggenjot persiapan penyelenggaraan event budaya Lomplai dengan ambisi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Tahun ini, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur menargetkan kehadiran sekitar 12 ribu pengunjung, naik dari capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran 10 ribu orang.

Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kutai Timur, Akhmad Rifanie, mengungkapkan optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Ia menilai strategi promosi yang diperkuat menjadi kunci utama dalam mendongkrak angka kunjungan.

“Kalau melihat data tahun lalu sekitar 10 ribu pengunjung, tahun ini kami berani menargetkan hingga 12 ribu. Kami cukup yakin karena strategi promosi yang dilakukan jauh lebih masif,” ujar Rifanie.

Menurutnya, promosi tahun ini tidak lagi dilakukan secara konvensional semata, tetapi melibatkan berbagai pihak lintas sektor. Media televisi, radio, hingga platform media sosial digerakkan untuk memperluas jangkauan informasi.

“Kami tidak berjalan sendiri. Hotel, rumah makan, bahkan perbankan juga turut membantu menyebarluaskan informasi tentang event ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi menjadi elemen penting dalam menarik minat masyarakat. Semakin banyak pihak yang terlibat, maka semakin luas pula jangkauan promosi yang bisa dicapai.

“Efeknya sangat terasa. Informasi bisa menyebar lebih cepat dan menjangkau lebih banyak calon pengunjung,” katanya.

Meski demikian, Rifanie mengakui bahwa penghitungan jumlah pengunjung masih menggunakan metode estimasi. Hal ini dikarenakan belum adanya sistem tiket masuk yang terintegrasi.

“Kita memang belum menggunakan sistem ticketing. Jadi perhitungan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan, laporan panitia, tingkat hunian hotel, serta aktivitas ekonomi masyarakat selama event berlangsung,” terangnya.

Event Lomplai sendiri dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai tanggal 15 hingga 22. Beragam kegiatan budaya dan ekonomi kreatif telah disiapkan untuk menarik perhatian pengunjung.

“Akan ada bazar dan expo ekonomi kreatif, lomba tari tradisional, pertunjukan musik sape, pameran kriya, hingga lomba foto dan video,” papar Rifanie.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa event ini tidak hanya berorientasi pada jumlah pengunjung, tetapi juga dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat lokal.

“Biasanya hotel penuh, transportasi meningkat, dan usaha kecil seperti warung serta kedai kopi ikut merasakan dampaknya. Ini yang ingin terus kita dorong,” ungkapnya.

Namun, ia juga mengingatkan para pelaku usaha untuk tetap menjaga stabilitas harga selama event berlangsung.

“Kami mengimbau agar harga tetap wajar dan tidak dinaikkan berlebihan. Kenyamanan pengunjung harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Dispar Kutai Timur optimistis target kunjungan dapat tercapai sekaligus memberikan manfaat nyata bagi daerah.

“Harapan kami bukan sekadar angka, tetapi bagaimana event ini bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Rifanie.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *