Disperindag Kutim Ungkap Penyebab Lonjakan Harga Cabai, Kini Mulai Turun

diadmin
6 Views
2 Min Read

Kutai Timur – Harga cabai di Kabupaten Kutai Timur sempat melonjak tajam usai Lebaran. Dari sebelumnya sekitar Rp70.000 per kilogram saat Ramadan, harga sempat menyentuh Rp200.000 hingga Rp220.000 per kilogram di pasaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur, Nora Ramadhani, menyebutkan bahwa kenaikan tersebut bukan hanya terjadi secara lokal, tetapi juga dirasakan di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, lonjakan dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat setelah Lebaran, sementara pasokan dari daerah penghasil seperti Sulawesi dan Jawa mengalami kekosongan.

Ia menjelaskan, selama Ramadan harga relatif terkendali karena masih didukung oleh hasil panen lokal dan pasokan yang cukup. Namun, stok tersebut habis untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa, sementara produksi lokal hanya mampu mencukupi sekitar 30 persen dari total kebutuhan daerah.

“Setelah stok habis, pasokan dari luar daerah juga belum tersedia karena beberapa wilayah mengalami gagal panen,” ujarnya.

Meski sempat melonjak tinggi, Nora memastikan bahwa harga cabai mulai berangsur turun.

Berdasarkan pemantauan terbaru pada Kamis, 26 Maret 2026, harga cabai telah turun ke kisaran Rp100.000 per kilogram.
Penurunan ini dinilai cukup melegakan.

Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan mulai lancarnya distribusi, termasuk kabar bahwa jalur pelayaran internasional kembali aman, sehingga pasokan bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan tetap stabil dalam waktu dekat.

Selain faktor produksi, distribusi juga menjadi tantangan tersendiri.

Kekhawatiran pelaku usaha terhadap biaya operasional, khususnya BBM, turut memengaruhi kelancaran distribusi barang. Situasi global dan isu geopolitik juga disebut berdampak pada kehati-hatian distributor dalam menyalurkan pasokan.

Tidak hanya cabai, sejumlah bahan pokok lain seperti gula dan tepung turut mengalami kenaikan harga akibat stok yang menipis dan tingginya permintaan.

Disperindag Kutai Timur menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar, guna menjaga stabilitas serta mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi ke depannya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *