BAZNAS Kutim Dorong Optimalisasi Zakat, Potensi Capai Rp920 Miliar

diadmin
9 Views
3 Min Read

SANGATTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur terus mendorong optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan pemetaan BAZNAS Republik Indonesia, potensi zakat di Kutai Timur diperkirakan mencapai Rp920,87 miliar.

Ketua BAZNAS Kutai Timur Masnif Sofwan menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Kutim Berzakat Di ruang Meranti Kantor Bupati Kutai Timur pada (10/03/2026)

Menurut Masnif, BAZNAS merupakan satu-satunya lembaga resmi pengelola zakat yang dibentuk pemerintah. Hal itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang diperkuat dengan berbagai regulasi turunan seperti PP Nomor 14 Tahun 2014, Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014, hingga Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 52 Tahun 2023.

“BAZNAS merupakan lembaga resmi yang dibentuk pemerintah untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah secara nasional, termasuk di Kabupaten Kutai Timur,” ujar Masnif.

Ia menjelaskan, kegiatan Kutai Timur Berzakat menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan secara serentak di seluruh Indonesia.

Masnif memaparkan, hingga tahun 2025 total pengumpulan zakat di BAZNAS Kutai Timur mencapai sekitar Rp21,9 miliar, dengan penerima manfaat mencapai 28.160 mustahik yang tersebar di 18 kecamatan.

“Penyaluran bantuan dilakukan melalui proses verifikasi lapangan, verifikasi faktual, dan verifikasi syar’i agar tepat sasaran,” jelasnya.

BAZNAS Kutai Timur juga menjalankan berbagai program yang terbagi dalam lima bidang utama, yakni Kutim Peduli (sosial), Kutim Sehat (kesehatan), Kutim Cerdas (pendidikan), Kutim Sejahtera (ekonomi), dan Kutim Takwa (keagamaan).

Di bidang pendidikan, BAZNAS memberikan beasiswa kepada mahasiswa di beberapa perguruan tinggi, termasuk Institut STIQCI dan Institut Ibnu Katsir. Saat ini terdapat 26 mahasiswa penerima beasiswa dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp863,4 juta per tahun.

Selain itu, BAZNAS juga memberikan beasiswa untuk mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar sebanyak empat orang dengan total biaya sekitar Rp114 juta per tahun.

Di bidang sosial, BAZNAS menyalurkan bantuan tanggap bencana kebakaran di Desa Kuliran, Kecamatan Bengalon, dengan nilai bantuan mencapai Rp4,39 miliar.

Sementara itu, bantuan rutin juga diberikan kepada 17 pondok pesantren dengan total anggaran Rp1,44 miliar per tahun, serta bantuan untuk lansia sebesar Rp504 juta per tahun.

BAZNAS juga aktif mendukung program pemerintah daerah, termasuk program percepatan penurunan stunting di 18 kecamatan, serta pemberdayaan ekonomi melalui bantuan UMKM, peternakan, perkebunan, dan perikanan.

Masnif menambahkan, berbagai program tersebut merupakan hasil kolaborasi BAZNAS dengan sejumlah instansi daerah seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi, Dinas Perikanan, hingga rumah sakit daerah.

“Seluruh bantuan disalurkan berdasarkan prinsip aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI, dengan memastikan penerima benar-benar termasuk mustahik melalui survei lapangan,” tegasnya.

Ia juga berharap dukungan seluruh kepala dinas dan instansi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat melalui pemotongan zakat penghasilan bagi pegawai yang telah memenuhi nisab.

“Kolaborasi gerakan kebaikan ini memberikan ruang kebermanfaatan yang luas, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung program pemerintah daerah,” pungkas Masnif.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *