
SANGATTA – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat sektor koperasi tidak hanya dilakukan melalui pelayanan administratif di kantor. Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kutim menerapkan pola pembinaan secara aktif dengan turun langsung ke lapangan atau jemput bola.
Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UKM Kutim, Firman Wahyudi, mengatakan pola tersebut menjadi salah satu strategi untuk mendorong perkembangan koperasi sekaligus memastikan pembinaan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurut dia, pembinaan tidak akan memberikan hasil maksimal jika pemerintah hanya menunggu koperasi datang untuk mendapatkan pelayanan.
“Kalau kita standar SOP, kita berikan tanpa ada konsep jemput bola, otomatis nanti stagnan di situ saja. Peningkatan koperasi juga tidak signifikan,” ujar Firman.
Melalui pola jemput bola, Diskop UKM Kutim melakukan pendataan sekaligus mengidentifikasi koperasi yang membutuhkan pembinaan maupun pengawasan. Pendekatan tersebut juga didukung keterlibatan pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan koperasi.
Firman menilai dukungan kepala daerah menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem koperasi di Kutim. Bahkan, Bupati disebut hadir dalam sejumlah kegiatan, mulai pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) hingga peresmian kantor koperasi.
“Harus tim yang ada dengan kolaborasi kita semua, akhirnya kita jemput bola,” katanya.
Selain pembinaan lapangan, Diskop UKM Kutim juga mengembangkan inovasi digital melalui Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat (SIGAP). Sistem tersebut membantu memetakan kondisi koperasi sehingga tim dapat menentukan langkah pendataan, pembinaan, maupun pengawasan secara lebih terarah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Diskop UKM Kutim untuk membangun koperasi yang tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga semakin aktif, tertib, dan mampu berkembang secara berkelanjutan. (ADV/Kominfo/Kutim)