Mahyunadi Dorong Digitalisasi Data Atlet, Pembinaan Tak Lagi Berdasarkan Perkiraan

Pariwara
421 Views
2 Min Read

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mendorong digitalisasi data olahraga sebagai langkah memperkuat pembinaan atlet yang lebih tertib, terukur, dan modern. Melalui pengembangan aplikasi dan website Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim, pendataan atlet diharapkan menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan hingga menentukan arah dukungan anggaran.

Menurut Mahyunadi, selama ini data atlet, pelatih, prestasi, dan hasil kejuaraan masih tersebar di masing-masing cabang olahraga (cabor). Kondisi tersebut menyulitkan pemetaan potensi atlet, terutama untuk mengetahui perkembangan prestasi dan kebutuhan pembinaan secara menyeluruh.

“Pembinaan olahraga tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Pembinaan olahraga harus berbasis data,” tegas Mahyunadi saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pembuatan aplikasi dan website KONI Kutim.

Dia berharap aplikasi tersebut tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan biodata, tetapi berkembang menjadi database prestasi atlet yang memuat rekam jejak secara berkelanjutan. Data itu meliputi usia, cabang olahraga, klub, pelatih, kejuaraan yang diikuti, hingga medali yang berhasil diraih.

Dengan sistem tersebut, pemerintah daerah bersama KONI dapat mengidentifikasi atlet potensial lebih dini sekaligus menentukan kebutuhan pembinaan berdasarkan capaian yang terukur.

Mahyunadi juga mengingatkan pentingnya pengelolaan data secara konsisten. Menurutnya, aplikasi yang baik tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila data tidak diisi, diverifikasi, dan diperbarui secara berkala.

“Digitalisasi olahraga Kutai Timur mempunyai tiga prinsip, yaitu datanya lengkap, datanya akurat, dan datanya selalu diperbarui,” ujarnya.

Dia menambahkan, digitalisasi juga perlu menjangkau kecamatan agar pencarian bibit atlet tidak hanya terpusat di Sangatta. Dengan pendataan yang lebih merata, potensi atlet dari berbagai wilayah Kutim diharapkan dapat ditemukan dan dikembangkan.

Langkah ini diharapkan memperkuat pembinaan berkelanjutan serta meningkatkan peluang atlet Kutim meraih prestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. (ADV/Kominfo/Kutim)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *