Infrastruktur Bankeususdes Swarga Bara Capai 80 Persen, Pengadaan Masih Berproses

Pariwara
445 Views
2 Min Read

SANGATTA – Pemerintah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus mempercepat realisasi Bantuan Keuangan Khusus Desa (Bankeususdes) 2025. Hingga saat ini, pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang dibiayai melalui program tersebut telah mencapai sekitar 80 persen. Sementara itu, realisasi pengadaan barang masih berada di kisaran 60 persen karena memerlukan penyesuaian spesifikasi sesuai kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti, menjelaskan sejumlah pekerjaan fisik telah dilaksanakan, meliputi pembangunan jalan, drainase, lampu penerangan jalan, serta infrastruktur pendukung lainnya. Pembangunan tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan lingkungan masyarakat.

“Untuk infrastruktur dari Bankeususdes 2025, sejauh ini mungkin sekitar 80 persen sudah dilaksanakan semua,” ujar Rulliyanti saat ditemui di ruang kerjanya.

Berbeda dengan pekerjaan fisik, proses pengadaan masih membutuhkan tahapan tambahan. Menurut dia, pemerintah desa harus memastikan barang yang dibeli sesuai dengan usulan Rukun Tetangga (RT), termasuk spesifikasi dan kualitasnya.

Salah satu contohnya adalah pengadaan perangkat sound system. Usulan tersebut perlu dikaji agar barang yang dibeli benar-benar sesuai kebutuhan dan spesifikasi yang diharapkan.

“Usulan RT harus kami sesuaikan dengan spesifikasi barang yang terbaik dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Apabila barang dengan spesifikasi yang dibutuhkan tidak tersedia di Sangatta, pemerintah desa akan mencari alternatif pemasok dari luar daerah. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang telah diajukan.

Dalam pelaksanaannya, Pemdes Swarga Bara membagi pekerjaan ke dalam dua tim. Bagian kesejahteraan rakyat (Kesra) bertanggung jawab menangani infrastruktur, sedangkan urusan umum mengelola pengadaan barang.

Rulliyanti menegaskan, kedua tim tetap bekerja secara bersamaan. Namun, pembangunan infrastruktur lebih dahulu diprioritaskan. Ketersediaan material, proses pengerjaan, dan pemenuhan spesifikasi barang menjadi faktor yang memengaruhi tahapan realisasi Bankeususdes.

Pemdes Swarga Bara terus menjalankan kegiatan tersebut sesuai kebutuhan dan proses pelaksanaan di lapangan.(ADV/Kominfo/Kutim)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *