Dana PPM PT GAM Diperkirakan Rp14 Miliar, Mahyunadi Minta Tepat Sasaran

Redaksi
442 Views
2 Min Read

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mendorong agar program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan tambang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Perencanaan program perlu disusun berdasarkan kebutuhan warga, potensi lokal, serta arah pembangunan daerah agar manfaatnya berkelanjutan.

Dalam konsultasi publik pembaruan Rencana Induk Program Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) PT Ganda Alam Makmur (GAM), Mahyunadi menyoroti potensi dana PPM yang diperkirakan mencapai Rp14 miliar berdasarkan asumsi produksi 14 juta ton batu bara dan perhitungan Rp1.000 per ton.

“Kalau 14 juta saja berarti 14 miliar PPM PT Kaltim. Pasti sangat bermanfaat bagi masyarakat, sangat-sangat bermanfaat kalau itu tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut Mahyunadi, keberhasilan PPM tidak cukup diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Program harus mampu meningkatkan keterampilan masyarakat, membuka kesempatan kerja, mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperbaiki akses pendidikan dan kesehatan.

Ia juga meminta agar seluruh rencana dan realisasi program PPM perusahaan dilaporkan kepada pemerintah daerah. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kegiatan benar-benar terlaksana sekaligus mencegah tumpang tindih dengan program pembangunan pemerintah.

“Kami ingin semuanya dilaporkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Kutai Timur, semua kegiatannya itu dilaporkan, sehingga kami bisa cek, benar enggak terlaksana apa enggak,” tegasnya.

Mahyunadi turut mendorong agar dana PPM diarahkan pada pelatihan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan industri, penguatan permodalan UMKM, dan pembukaan akses usaha ke rantai pasok perusahaan.

Melalui pembaruan RIPPM, Pemkab Kutim berharap sinergi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat semakin kuat. Dengan perencanaan transparan dan evaluasi berkala, program pemberdayaan diharapkan tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. (ADV/Kominfo/Kutim)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *