30 UMKM Swarga Bara Didorong Naik Kelas Lewat Penguatan Branding dan Pemasaran

Pariwara
298 Views
2 Min Read

SANGATTA – Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu potensi ekonomi yang terus tumbuh di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sekitar 30 pelaku usaha telah terdaftar dan memperoleh pendampingan, dengan bidang usaha mulai dari kuliner, batik, kerajinan hingga pengolahan barang daur ulang.

Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti, menjelaskan, pendampingan terhadap pelaku usaha tersebut turut melibatkan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR).

“Kurang lebih ada sekitar 30-an UMKM yang betul-betul terdaftar dan terdampingi dari teman-teman CSR atau TJSL perusahaan,” ungkapnya.

Potensi ekonomi kreatif desa ini juga terlihat dari berkembangnya usaha batik. Sejumlah workshop telah beroperasi, di antaranya Batik Panorama, Batik Juwita Wakaroros, serta Batik Bumi Etam milik Wises. Keberadaan para perajin tersebut turut mengantarkan Swarga Bara mendapat sebutan Desa Membatik dari Camat setempat.

“Karena kami punya beberapa workshop, jadi kami dinobatkan oleh Ibu Camat sebagai Desa Membatik,” kata Rulliyanti.

Di sektor kuliner, produk amplang juga menjadi bagian dari usaha warga. Amplang Batubara dan Amplang Raos disebut telah mengantongi izin usaha, sehingga berpotensi memperkuat daya saing produk lokal.

Meski demikian, pengembangan UMKM dinilai masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, terutama untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pengenalan produk kepada konsumen.

Rulliyanti berharap kolaborasi pendampingan tidak hanya berasal dari perusahaan, tetapi juga diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Kutim.

“Kami berharap ada perhatian dari Pemkab Kutim, mungkin terkait bantuan branding dan pemasaran,” harapnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu produk UMKM Swarga Bara semakin dikenal, memperluas peluang penjualan, serta mendorong usaha masyarakat berkembang secara berkelanjutan. (ADV/Kominfo/Kutim)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *