Batu Bara Tak Selamanya Jadi Andalan, Mahyunadi Dorong Kemandirian Ekonomi Kutim

Redaksi
523 Views
2 Min Read

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengingatkan pentingnya membangun kemandirian ekonomi masyarakat di tengah tingginya ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan batu bara. Menurutnya, potensi sumber daya alam yang tersedia saat ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Mahyunadi menyebut sektor pertambangan menyumbang lebih dari 70 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peran industri tambang dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun, ketergantungan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi perlu disiapkan untuk menghadapi masa depan ketika aktivitas pertambangan tidak lagi menjadi penopang utama.

“Batu bara pasti akan berakhir, mumpung sekarang masih laku, masih ada potensi PDRB-nya, dimaksimalkan semaksimal mungkin untuk memberikan pembangunan yang berkelanjutan bagi daerah kita,” ujar Mahyunadi.

Ia menegaskan, dana program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan tambang perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak jangka panjang. Penguatan keterampilan tenaga kerja lokal, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perluasan kesempatan kerja menjadi sejumlah sektor yang perlu diperhatikan.

Dijelaskannya, pemberdayaan masyarakat tidak cukup dilakukan melalui bantuan sesaat. Program harus mampu mendorong masyarakat memiliki usaha produktif, meningkatkan kompetensi, dan memperoleh akses pasar yang lebih luas.

“Makna pemberdayaan yang sesungguhnya, mampu memberikan manfaat hari ini sekaligus mampu menyiapkan kemandirian Kutai Timur di masa yang akan datang,” katanya.

Ia juga menekankan kerja sama multi pihak agar program PPM sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan perencanaan yang terukur dan pelaksanaan yang transparan, kontribusi sektor pertambangan diharapkan dapat menjadi modal memperkuat ekonomi lokal sekaligus mempersiapkan Kutim menghadapi masa depan pascatambang.(ADV/Kominfo/Kutim)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *