Pemkab Kutim Matangkan Pengembangan Aren Genjah, Hilirisasi Produk Jadi Fokus Penguatan UMKM

diadmin
9 Views
2 Min Read

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memantapkan langkah pengembangan aren genjah sebagai salah satu komoditas perkebunan yang diproyeksikan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pengembangannya tidak hanya diarahkan pada peningkatan luas tanam dan produksi, tetapi juga pada penguatan sektor hilir melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Usaha Aren Genjah dan Pemberdayaan UMKM yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kutim di Balai Pertemuan Umum Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, Kamis (2/7/2026).

Kepala Diskop UKM Kutim, Marhadin, menyampaikan bahwa prospek usaha berbasis aren masih sangat menjanjikan. Tingginya permintaan pasar menjadi modal penting untuk mengembangkan komoditas tersebut. Karena itu, perhatian pemerintah kini diarahkan pada upaya membangun ekosistem usaha yang mampu menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

“Menjadi tantangan bagaimana aren ini bisa mengembalikan kejayaannya. Sebenarnya dari sisi pemasaran sudah tidak perlu diragukan lagi karena permintaan pasar ada,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan aren tidak dapat berjalan optimal apabila hanya berorientasi pada sektor budidaya. Diperlukan keterlibatan berbagai perangkat daerah agar seluruh rantai usaha, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran, dapat saling terhubung.

Dalam skema tersebut, Diskop UKM berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu mengolah hasil aren menjadi produk yang memiliki nilai tambah, seperti gula semut, gula cair, maupun berbagai produk olahan lainnya. Sementara itu, pengembangan budidaya menjadi kewenangan Dinas Perkebunan, sedangkan perluasan akses pasar didukung oleh Dinas Perdagangan.

Menurut Marhadin, pola kolaborasi antarlembaga menjadi kunci agar pengembangan aren genjah tidak berhenti pada produksi bahan baku, tetapi mampu menciptakan rantai usaha yang memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

Melalui penguatan hilirisasi tersebut, Pemkab Kutim berharap aren genjah dapat berkembang sebagai komoditas unggulan daerah sekaligus membuka peluang lahirnya UMKM baru yang berbasis potensi desa. Selain meningkatkan pendapatan petani, program ini juga diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya yang dimiliki daerah secara berkelanjutan.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *