Kutim Jadi Lokasi Internship Dokter, 12 Dokter Muda Siap Perkuat Layanan Kesehatan

diadmin
6 Views
3 Min Read

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur kembali dipercaya sebagai lokasi pelaksanaan Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Sebanyak 12 dokter muda resmi ditempatkan di empat fasilitas kesehatan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjalani masa adaptasi profesi sebelum memperoleh kewenangan praktik secara mandiri.

Selama satu tahun ke depan, para dokter tersebut akan bertugas di RS PKT Sangatta, RS Sangkulirang, Puskesmas Sangatta Utara, dan Puskesmas Kaubun. Penempatan ini menjadi bagian dari program nasional yang mewajibkan setiap lulusan dokter menjalani praktik klinis di bawah pendampingan sebelum mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan tahun ini terdapat perubahan lokasi wahana internship. Jika sebelumnya penempatan hanya dilakukan di RSUD Kudungga, Puskesmas Teluk Lingga, dan Puskesmas Sangatta Selatan, kini Dinas Kesehatan memperluas cakupan ke empat fasilitas kesehatan lainnya.

“Kalau selama ini Kutai Timur membuka wahana dokter internship hanya di RSUD Kudungga, Puskesmas Teluk Lingga, dan Puskesmas Sangatta Selatan, maka kali ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur membuka wahana baru, yaitu di RSUD Sangkulirang, RS PKT, Puskesmas Kaubun, dan Puskesmas Sangatta Utara. Selamat datang para dokter internship, bersama memberikan pelayanan kesehatan untuk Kutai Timur,” ujarnya.

Menurut Yuwana, perluasan wahana tersebut tidak hanya memberikan pengalaman yang lebih beragam bagi dokter internship, tetapi juga mendukung pemerataan pelayanan kesehatan, termasuk di wilayah yang membutuhkan tambahan tenaga medis.

Ia menekankan bahwa selama menjalankan tugas, para dokter harus menjadikan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Selain itu, seluruh tindakan medis wajib dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan kode etik profesi.

“Utamakan patient safety dan etika. Jagalah nama baik profesi luhur ini. Selalu bekerja sesuai Standard Operating Procedure (SOP) dan kode etik kedokteran,” tegasnya.

Yuwana juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan pasien, keluarga pasien, maupun tenaga kesehatan lainnya. Kemampuan berkomunikasi, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Tak kalah penting, para dokter diminta menghormati budaya dan kearifan lokal masyarakat di wilayah penugasan. Dengan memahami karakter masyarakat setempat, pendekatan promotif dan preventif diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Di akhir arahannya, Yuwana meminta seluruh direktur rumah sakit, kepala puskesmas, dan dokter pendamping memberikan pembinaan secara maksimal kepada para peserta internship agar mereka dapat berkembang menjadi dokter yang profesional dan mandiri.

“Kepada para Direktur Rumah Sakit, Kepala Puskesmas, dan Dokter Pendamping, saya titipkan adik-adik kita ini. Mohon bimbing, arahkan, dan berikan supervisi yang konstruktif agar mereka dapat bertransformasi menjadi dokter-dokter yang mandiri dan andal,” pungkasnya.

Program internship diharapkan tidak hanya menjadi wadah pembelajaran bagi para dokter muda, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Kutai Timur.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *