Orangutan Masuk Permukiman Warga Kaubun, Satu Berhasil Dievakuasi

diadmin
11 Views
3 Min Read

KUTAI TIMUR – Kemunculan orangutan di kawasan permukiman warga Kecamatan Kaubun kembali menjadi perhatian. Seekor orangutan yang sempat terlihat berkeliaran di sekitar kebun dan pekarangan rumah warga berhasil dievakuasi oleh tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama COP Animal Rescue, Jumat (12/6/2026).

Meski proses penyelamatan berjalan lancar, upaya tim konservasi belum berakhir. Dari hasil pemantauan di lapangan, diduga masih terdapat orangutan lain yang berada di sekitar lokasi sehingga pengawasan dan pencarian terus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.

Laporan awal berasal dari masyarakat yang melihat keberadaan orangutan semakin dekat dengan aktivitas warga. Respons cepat dari tim konservasi pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.

Salah seorang warga Kaubun, Muhammad Nuran, mengaku bersyukur karena laporan yang disampaikan warga segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

“Alhamdulillah laporan kami langsung ditanggapi dan ditindak oleh BKSDA terkait adanya orangutan di lingkungan pekarangan warga,” ujarnya.

Menurut Nuran, keberadaan orangutan di sekitar permukiman bukan hanya berpotensi merusak tanaman warga, tetapi juga berisiko membahayakan satwa itu sendiri apabila ada tindakan yang tidak semestinya dari masyarakat.

Karena itu, ia mengimbau warga untuk tidak melakukan tindakan yang dapat melukai satwa dilindungi tersebut dan segera melaporkan kepada pihak terkait apabila kembali menemukan orangutan di sekitar lingkungan mereka.

“Bagi warga yang tanamannya dirusak orangutan mohon untuk dilaporkan. Jangan disakiti atau dibunuh agar bisa dievakuasi oleh pihak yang kompeten,” katanya.

Proses evakuasi sendiri berlangsung cukup menantang. Kondisi medan yang sulit dijangkau ditambah cuaca yang kurang bersahabat membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati agar proses penyelamatan berjalan aman bagi satwa maupun petugas.

Dari operasi yang dilakukan, satu ekor orangutan berhasil diamankan. Namun karena keterbatasan waktu dan faktor cuaca, pencarian terhadap dugaan keberadaan orangutan lainnya akan dilanjutkan.

“Alhamdulillah misi menyelamatkan orangutan di pekarangan warga berhasil kita amankan bersama tim BKSDA dan mitra COP Animal Rescue. Sementara baru satu karena cuaca, besok akan dilanjutkan kembali pencarian dan penanganan,” ungkap Nuran.

Fenomena masuknya orangutan ke kawasan kebun maupun permukiman warga kerap terjadi akibat perubahan habitat dan berkurangnya sumber pakan alami di hutan. Kondisi tersebut mendorong satwa mencari makanan hingga mendekati area yang dihuni manusia.

Saat ini tim konservasi masih melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi kemunculan orangutan. Warga juga diminta tetap waspada dan segera melapor apabila kembali melihat satwa tersebut, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat demi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian salah satu satwa ikonik Kalimantan itu.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *