Potensi Desa Selangkau Dari Laut hingga Wisata Alam, Jadi Andalan Ekonomi Warga

diadmin
9 Views
3 Min Read

Kutai Timur — Kepala Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Arifudin, mengungkapkan bahwa desanya memiliki beragam potensi sumber daya alam yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat.

Menurut Arifudin, sektor unggulan Desa Selangkau mencakup wilayah pesisir, tambak, hingga pertanian dan perkebunan. “Potensi desa kami cukup banyak, mulai dari laut, tambak, hingga sawah. Luas sawah di sini kurang lebih sekitar 300 hektare,” ujarnya.

Selain pertanian, perkebunan juga menjadi sektor penting, termasuk perkebunan kelapa sawit yang tersebar di wilayah desa. Namun demikian, Arifudin mengakui bahwa sebagian lahan pertanian belum sepenuhnya dikelola secara optimal.

Di sektor pariwisata, Desa Selangkau juga memiliki sejumlah destinasi alam yang menarik perhatian, seperti Tangga Bidadari, Pantai Najwa, dan Jepu Jepu. “Tempat-tempat wisata ini sudah mulai dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya itu, desa ini juga memiliki kekayaan sumber air alami. Tercatat terdapat enam titik mata air, dengan tiga di antaranya telah dimanfaatkan secara aktif oleh masyarakat, yaitu di kawasan Tangga Bidadari, Lebang, dan Salomo Cino. “Untuk air bersih, masyarakat menggunakan sumber mata air yang kami kelola sendiri, dan sampai saat ini masih gratis,” tambah Arifudin.

Dari sisi infrastruktur, ia menyebutkan bahwa seluruh warga Desa Selangkau telah menikmati akses listrik dari PLN. “Untuk listrik sudah 100 persen terlayani,” katanya.

Jumlah penduduk Desa Selangkau sendiri berkisar 1.500 jiwa, dengan mayoritas berasal dari suku Bugis yang mencapai sekitar 99 persen.
Dalam sektor pertanian, komoditas unggulan yang telah menembus pasar ekspor adalah pisang. Namun, untuk komoditas lain masih dalam tahap pengembangan. “Saat ini yang sudah ekspor baru pisang,” ungkapnya.

Sementara itu, kondisi infrastruktur jalan utama desa dinilai cukup baik, dengan sekitar 70 persen jalan poros sudah dibeton atau diaspal. Meski demikian, masih terdapat sekitar 30 persen jalan yang belum tersentuh pembangunan, serta jalan usaha tani yang sulit dilalui saat musim hujan.
Mayoritas mata pencaharian masyarakat Desa Selangkau adalah sebagai petani, pekebun, dan nelayan. Sebagian lainnya bekerja di perusahaan yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Arifudin berharap Desa Selangkau dapat terus berkembang, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam dan peningkatan infrastruktur untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *