Distributor BBM Tersendat, Keterbatasan SPBU Jadi Masalah di Kutim

diadmin
11 Views
2 Min Read

SANGATTA – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi tantangan klasik: terbatasnya jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sejumlah kecamatan.

Kondisi ini membuat beberapa wilayah harus bergantung pada satu SPBU untuk memenuhi kebutuhan BBM lintas kecamatan. Akibatnya, antrean dan keterbatasan pasokan kerap tak terhindarkan, terutama di daerah penyangga.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadhani, menyebutkan belum meratanya keberadaan SPBU menjadi kendala utama dalam kelancaran distribusi energi di daerah.

“Belum semua kecamatan punya SPBU. Jadi satu SPBU bisa melayani beberapa wilayah sekaligus,” ungkapnya, Senin (20/4/2026).

Ia mencontohkan kondisi di Muara Bengkal, yang saat ini menjadi tumpuan distribusi BBM untuk sejumlah wilayah sekitar, mulai dari Muara Ancalong, Long Mesangat, Busang hingga Batu Ampar.

Meski menghadapi keterbatasan tersebut, Nora memastikan kebutuhan masyarakat sejauh ini masih bisa terpenuhi, meskipun tidak sepenuhnya ideal.

“Memang dari dulu kondisinya seperti ini. Tapi tetap terlayani, masyarakat menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” ujarnya.

Upaya perbaikan terus dilakukan. Disperindag Kutim, kata Nora, aktif berkoordinasi dengan Pertamina untuk mendorong penambahan SPBU di wilayah yang belum terjangkau. Namun, realisasi pembangunan SPBU tidak sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah.

“SPBU itu dibangun oleh investor. Kami hanya bisa mendorong dan membuka komunikasi agar ada peluang pembangunan di daerah yang masih kosong,” jelasnya.

Tak hanya untuk kendaraan umum, pemerintah daerah juga berharap adanya penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) guna mendukung aktivitas sektor perikanan yang juga bergantung pada ketersediaan BBM.

Ke depan, pemerataan infrastruktur energi ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan distribusi sekaligus meningkatkan kemudahan akses BBM bagi masyarakat di seluruh wilayah Kutai Timur.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *