Dua RS Layani Hemodialisis, BPJS Pastikan Pembiayaan di Kutai Timur

diadmin
8 Views
2 Min Read

KUTAI TIMUR — Akses layanan cuci darah (hemodialisis) bagi masyarakat Kutai Timur kini semakin mudah. Selain telah dijamin oleh BPJS Kesehatan, kapasitas pelayanan di fasilitas kesehatan yang ada juga masih mencukupi untuk menampung pasien.

Kepala BPJS Kesehatan Kutai Timur, Herman Prayudi, menjelaskan bahwa layanan hemodialisis saat ini tersedia di dua rumah sakit, yakni RS Kudungga dan RS Meloy. Kedua rumah sakit tersebut telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan dan memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan.

“Layanan cuci darah sudah ditanggung BPJS. Saat ini masyarakat bisa mengaksesnya di dua rumah sakit yang sudah bekerja sama dan siap melayani peserta JKN,” kata Herman.

Menurutnya, hingga triwulan pertama 2026, kondisi layanan masih dalam kategori aman. Kapasitas yang tersedia bahkan belum terisi penuh, sehingga masih terbuka kesempatan bagi pasien yang membutuhkan.

“Masih ada ruang pelayanan. Dalam satu hari, rata-rata masih tersedia slot sekitar 6 hingga 10 pasien,” ujarnya.

Ia pun mengimbau warga Kutai Timur yang selama ini menjalani terapi cuci darah di luar daerah agar beralih ke fasilitas lokal. Selain lebih dekat, layanan di daerah dinilai sudah memadai dan terus ditingkatkan.

Tak hanya layanan medis, dukungan juga diberikan melalui penyediaan rumah singgah bagi pasien yang berasal dari wilayah terpencil. Fasilitas ini memungkinkan pasien untuk tinggal sementara sebelum dan sesudah menjalani tindakan.

“Bagi pasien yang jaraknya jauh, bisa memanfaatkan rumah singgah. Mereka bisa datang lebih awal, menjalani tindakan, lalu beristirahat sebelum kembali ke rumah,” jelasnya.

Herman menambahkan, jumlah pasien hemodialisis di Kutai Timur sejauh ini relatif stabil dan belum menunjukkan lonjakan signifikan pada awal tahun 2026.

Selain hemodialisis di rumah sakit, BPJS Kesehatan juga menanggung metode lain yakni Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Metode ini memungkinkan pasien melakukan dialisis secara mandiri di rumah, dengan dukungan peralatan yang disediakan oleh rumah sakit.

Dengan berbagai kemudahan tersebut, BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang tersedia tanpa harus mencari pengobatan ke luar daerah.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *