Kontingen Kutim Siap Bertanding dan Berkontribusi dalam Porprov Kaltim 2026

diadmin
10 Views
3 Min Read

PASER – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan kesiapan penuh menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur ke-VIII yang dipastikan digelar pada November 2026 di Kabupaten Paser. Tak hanya fokus pada prestasi, Kutim bahkan menyatakan kesediaannya membantu penyediaan venue jika dibutuhkan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lanjutan persiapan Porprov Kaltim VIII yang berlangsung di Pendopo Lou Bepekat, Rumah Jabatan Bupati Paser, Kamis (2/4/2026). Pertemuan itu dihadiri perwakilan delapan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur serta jajaran provinsi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan daerahnya siap berkontribusi maksimal demi kesuksesan ajang olahraga empat tahunan tersebut.

“Kami berharap semua kabupaten/kota serius, sehingga Porprov tidak hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses prestasi dan administrasi,” ujarnya.

Lebih jauh, Basuki menegaskan kesiapan Kutim untuk membantu tuan rumah jika terdapat keterbatasan fasilitas pertandingan.

“Jika ada venue yang belum siap di Paser, Kutim siap membantu menjadi tuan rumah untuk beberapa cabang olahraga,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Dispora Kutim akan segera berkoordinasi dengan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, KONI, serta pengurus cabang olahraga guna menindaklanjuti hasil rakor, terutama terkait kebijakan efisiensi dan efektivitas anggaran.

Sementara itu, Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, juga menyampaikan optimisme dalam menghadapi Porprov mendatang. Ia menyebut, capaian Kutim yang berhasil menembus empat besar pada Babak Kualifikasi (BK) menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi.

“Kami akan terus menjaga dan meningkatkan performa atlet agar tetap kompetitif di Porprov nanti,” ujarnya.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kalimantan Timur, Faisal, mengungkapkan bahwa sempat muncul dua opsi waktu pelaksanaan Porprov, yakni tahun 2026 atau 2027. Namun, pelaksanaan pada 2026 dinilai lebih ideal karena selaras dengan siklus pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Porprov 2026 bisa menjadi momentum penjaringan atlet potensial sekaligus menjaga siklus latihan agar atlet mencapai peak performance,” jelasnya.

Meski demikian, Faisal mengingatkan adanya tantangan terkait kesiapan anggaran daerah yang belum merata, yang berpotensi memengaruhi kualitas kompetisi jika tidak diantisipasi sejak dini.

Senada, Ketua KONI Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, menegaskan bahwa penentuan jadwal Porprov merupakan langkah strategis bagi keberlanjutan pembinaan olahraga di daerah.

“Ini bukan sekadar soal waktu, tapi menyangkut pembinaan atlet, kesiapan anggaran, hingga marwah olahraga Kaltim,” katanya.

Dalam rakor tersebut, seluruh peserta akhirnya sepakat Porprov Kaltim VIII tetap digelar pada November 2026 di Kabupaten Paser. Sejumlah poin penting turut disepakati, di antaranya pelaksanaan dengan prinsip efisiensi anggaran, jumlah cabang olahraga sekitar 64 cabor dengan kemungkinan pembatasan nomor pertandingan, serta opsi penggunaan venue di beberapa daerah yang dinilai siap.

Keputusan tersebut rencananya akan diperkuat melalui Surat Gubernur Kalimantan Timur serta penganggaran dalam APBD Perubahan 2026.

Dengan kepastian ini, seluruh daerah diharapkan segera mematangkan persiapan, baik dari sisi pembinaan atlet, kesiapan anggaran, maupun infrastruktur, demi menyukseskan Porprov Kaltim VIII.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *