Kutai Timur – Aktivitas penumpang di Terminal Sangatta, Kutai Timur, mulai menunjukkan peningkatan menjelang masa arus mudik. Meski demikian, lonjakan penumpang masih belum terlalu signifikan.
OPT Terminal Sangatta III Sukirman mengatakan, sejak posko pemantauan dibuka pada 13 Maret, pergerakan penumpang mulai terpantau meningkat secara bertahap.
“Kalau dibilang peningkatan memang sudah mulai ada, tetapi belum terlalu signifikan. Penumpang yang datang masih lebih banyak dibandingkan yang berangkat,” ujar Sukirman saat ditemui di Terminal Sangatta.
Berdasarkan data yang dihimpun pihak terminal, pada 13 Maret tercatat 6 unit bus keberangkatan dengan 89 penumpang. Kemudian pada 14 Maret terdapat 6 unit bus dengan 104 penumpang, sementara pada 15 Maret atau Minggu tercatat 6 unit bus dengan 140 penumpang.
Sementara itu, untuk kedatangan penumpang, jumlahnya terpantau lebih ramai. Pada beberapa hari terakhir, bus yang tiba di Terminal Sangatta membawa penumpang dengan jumlah yang cukup tinggi.
Sukirman menjelaskan, peningkatan kedatangan tersebut didominasi oleh mahasiswa dan pelajar yang kembali ke Kutai Timur.
“Yang banyak datang itu anak-anak sekolah dan mahasiswa,” jelasnya.
Ia menambahkan, lonjakan penumpang diperkirakan akan mulai terasa dalam beberapa hari mendatang atau mendekati masa puncak arus mudik.
“Biasanya peningkatan baru terasa satu atau dua hari menjelang puncak. Untuk sekarang armada yang tersedia masih mencukupi,” katanya.
Saat ini, terminal mencatat terdapat sekitar 14 unit bus yang siap beroperasi untuk melayani rute antar kota seperti Samarinda, Bontang, dan Balikpapan.
Dari sisi fasilitas, Sukirman memastikan kondisi terminal masih cukup memadai untuk melayani penumpang.
“Untuk toilet sudah layak, ruang tunggu juga memadai. Keamanan juga aman karena ada posko dan petugas yang berjaga,” ungkapnya.
Selain itu, pihak terminal juga menyediakan pemeriksaan kesehatan bagi penumpang, seperti pengecekan tekanan darah dan suhu tubuh sebagai bagian dari pelayanan di posko terminal.
Sementara untuk tarif bus, Sukirman memastikan hingga saat ini belum ada kenaikan harga tiket.
“Tarif masih sama, untuk bus AC sekitar Rp70 ribu, sedangkan non-AC sekitar Rp55 ribu,” pungkasnya.