Bantuan Luar Negeri Terus Mengalir ke Aceh di Tengah Duka Banjir dan Longsor

diadmin
67 Views
4 Min Read

Jakarta – Bantuan luar negeri terus berdatangan ke Aceh di tengah kondisi Pemerintah Indonesia belum membuka akses bantuan dari dunia internasional.  Hingga kini banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh telah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat di tanah rencong.

Banyak korban masih bertahan di pengungsian akibat kehilangan rumah dan tertimbun lumpur. Hanya berselang beberapa hari pasca bencana banjir dan longsor, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) langsung menerima bantuan berupa obat-obatan dari kerabat (kenalannya) asal Malaysia.

Bantuan dari luar negeri itu pertama sekali diterima pada Sabtu (29/11/2025). Bantuan tersebut berupa obat-obatan yang kemudian langsung disalurkan kepada korban terdampak parah di Aceh Utara.

Tidak lama setelah itu, Pemerintah Aceh kembali mendapatkan bantuan tenaga relawan tim pendeteksi mayat berasal dari China. Mereka diterima langsung oleh Mualem di Pendopo Gubernur Aceh pada Sabtu (6/12/2025).

Mereka didatangkan China untuk mendeteksi mayat korban banjir bandang di Aceh yang tertimbun lumpur. Mereka berjumlah lima orang dan dilengkapi perangkat khusus. “Mereka punya alat mendeteksi mayat dalam lumpur. Ini sangat membantu,” kata Mualem.

Setiba di Aceh, tim pendeteksi ini langsung diarahkan ke wilayah terdampak parah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Namun setelah berlangsung selama sepekan di Aceh, tim pendeteksi mayat asal China itu kesulitan mencari korban bencana lantaran terhalang banyaknya tumpukan kayu.

Tim pendeteksi mayat tersebut bukan atas nama pemerintahan negara setempat, tetapi mereka seperti Lemanga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Tidak maksimal karena medan masih digenangi oleh kayu-kayu. Mereka kewalahan untuk mendapatkan mayat,” kata Mualem saat diwawancarai awak media, Rabu (10/12/2025) malam di Pendopo Gubernur Aceh.

Selanjutnya pada 11 Desember 2025, Mualem kembali menerima bantuan asal negeri Jiran berupa obat-obatan sebanyak 3 ton ditambah sekitar 8 orang tenaga kesehatan. Bantuan ini berasal dari Blu Sky Rescue Malaysia. Kedatangan tim mereka kala itu langsung dijemput oleh Mualem di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.

Mualem menyebutkan, bantuan tiga ton itu terdiri dari obat-obatan sebanyak 2 ton, dan satu tonnya lagi makanan untuk anak-anak.

Masih dari negara yang sama, pada Senin (15/12/2025) malam, Mualem kembali menerima bantuan asal luar negeri. Kali ini bantuan tersebut berasal dari perusahaan multinasional Upland Resources yang beroperasi di United Kingdom, Malaysia, dan Indonesia.

Mualem menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan solidaritas yang diberikan Upland Resources. Menurutnya, dalam kondisi bencana semangat kemanusiaan harus menjadi landasan utama tanpa memandang latar belakang pihak pemberi bantuan.

“Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja,” katanya. Mualem menyebutkan, bantuan tersebut akan disalurkan ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan dan mengalami dampak terparah akibat bencana hidrometeorologi.

“Ke mana yang membutuhkan. Yang urgent dan paling teruk (parah) ada beberapa kawasan, seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen. Juga ke Takengon dan Beutong, serta Langsa,” ujarnya.

Sebelumnya Mualem juga telah mengeluarkan pernyataan tegas menyangkut bantuan asal luar negeri tersebut. Menurut dia, bantuan itu merupakan hal yang sah-sah saja dan tidak ada larangan demi penanganan pascabencana di Aceh.

Kedatangan mereka juga tidak dipersulit, meski sebelumnya Mualem mengakui sempat menerima kabar adanya dugaan intervensi terkait kedatangan mereka. “Semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semua lancar. Mereka tolong kita, masak kita persulit, kan bodoh. Saya rasa itu saja,” ujarnya.

(NS/Kmp)

Sumber: https://keuangannews.id/bantuan-luar-negeri-terus-mengalir-ke-aceh-di-tengah-duka-banjir-dan-longsor/
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *