Pertama kali pelaksanaan Erau, Disdikbud Kuitm Ambil Peran

Pariwara
216 Views
3 Min Read

SANGATTA – Untuk pertama kalinya Erau jejak tanah 2026 akan di gelar di Kabupaten Kutai Timur pada tanggal 10-13 oktober 2026. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur mengambil peran penting dalam kepanitian.

Ilham Kepala bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, mengungkapkan, dalam struktur kepanitian Disdikbud Kutai Timur mengambil posisi sebagai wakil ketua II. Posisi tersebut membidangi sejumlah kebutuhan pelaksanaan kegiatan. Yang meliputi beberapa acara didalamnya seperti adat dan sakral, akomodasi dan konsumsi, perlengkapan, keamanan serta kordinasi pelayanan dan Kesehatan.

“Khusus bidang kebudayaan Disdikbud Kutim itu memiliki tanggung jawab pada pelaksanaan rangkaian acara adat dan sakral dalam erau jejak tanah 2026”, ungkap ilham saat ditemui wartawan dialektika di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).

Kemudian, terkait dengan sejumlah prosesi adat dan sakral yang menjadi bagian apa saja di dalamnya antara lain mendirikan Tiang Ayu, Belulu Hutan, Mempelas, Titi Bende, Hau Jama. Ilham juga menegaskan bahwa pada prinsipnya bidang kebudayaan Disdikbud Kutim siap melaksanakan rangkaian agenda tersebut dengan sebaik baiknya sesuai dengan amanat dan arahan ketua panitia.

Dalam pelaksanaanya, kegiatan Erau Jejak Tanah 2026 tidak hanya melibatkan Disdikbud. Tetapi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di antaranya. Dinas Pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Koperasi dan UMKM. Turut mengambil bagian. Para Pemangku Adat Kutai juga dilibatkan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Acaranya akan di laksanakan pada tanggal 10-13 Oktober 2026 nanti pusat acara berada di Rumah Adat Pore salah satu rumah adat kutai yang berada di Kawasan Rind Road”, ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim itu.

Ilham juga berharap, Erau Jejak Tanah 2026 ini bukan hanya momentum serta menjadi ruang pelestarian budaya saja. Tetapi diharapkan menjadi sebuah perkenalan dan pendekatan tradisi adat kutai kepada Masyarakat, khususnya pada generasi muda.

Selain itu, ia juga mengatakan Erau Jejak Tanah 2026 tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan perdana ini saja. Tetapi ini menjadi langkah awal untuk kegiatan pelestarian budaya berikutnya dan berkelanjutan sebagaimana harapan dari pak bupati juga.

“Harapan pak bupati ini menjadi Erau yang pertama dan seterusnya dan menjadi agenda tahunan kabupaten”, pungkasnya. (ADV/Kominfo/Kutim)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *