Pemkab Kutai Timur luncurkan program susu gratis untuk anak usia dini

Program tersebut diintegrasikan dengan pemantauan pertumbuhan menggunakan alat antropometri guna mencegah stunting sejak dini.

diadmin
293 Views
3 Min Read
Bupati Ardiansyah Sulaiman meluncurkan program Minum Susu Gratis di TK Negeri 1 Sangatta Utara, pada Jumat, 13 Februari 2026. Foto: Pro Kutim


SANGATTA
– Upaya penguatan kesehatan anak usia dini kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui peluncuran program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS). Program berupa minum susu gratis ini diluncurkan secara simbolis oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di TK Negeri 1 Sangatta Utara, Jumat, 13 Februari 2026, bersamaan dengan penyerahan alat antropometri untuk pemantauan pertumbuhan anak.

Dilansir dari Pro Kutim, momentum peluncuran program tersebut berlangsung semarak dengan penampilan kreativitas peserta didik. Siswa-siswi TK Negeri 1 Sangatta Utara menampilkan permainan angklung serta gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang dibina langsung oleh para guru.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan program minum susu gratis merupakan bagian dari program prioritas kepala daerah. Program ini juga sejalan dengan kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto melalui skema Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Anak-anak harus tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Pemberian susu serta pemantauan pertumbuhan secara rutin adalah investasi jangka panjang bagi Kutai Timur. Ini fase emas yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” tutur Ardiansyah.

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, turut menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam pemenuhan gizi anak. Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi sejak dini.

“Sekolah menjadi ruang yang menjamin kecukupan gizi anak. Karena itu, program ini perlu didukung bersama,” ungkapnya.

Selain pemberian susu, penyerahan alat antropometri menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuana Sri Kurniawati, menjelaskan alat ini digunakan untuk mengukur tinggi badan, berat badan, serta status gizi anak secara lebih akurat.

“Melalui pengukuran yang presisi, guru dan petugas kesehatan dapat memantau kondisi anak secara berkala. Data ini menjadi dasar untuk intervensi dini jika ditemukan gangguan pertumbuhan, sehingga pencegahan stunting bisa dilakukan lebih cepat,” jelas Yuana.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kutim dan unsur Forkopimda, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kutim Idham Chalid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ery Mulyadi, Direktur RSUD Kudungga Muhammad Yusuf, Kabid Pembinaan PAUD PNF, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Heri Purwanto, Komandan Pangkalan Angkatan Laut Sangatta Letnan Kolonel (Laut) Yahya Junarko, serta Wakil Kepala Kepolisian Resor Komisaris Polisi Ahmad Abdullah.

Melalui integrasi program gizi dan pemanfaatan alat pemantauan pertumbuhan, Pemkab Kutim berharap dapat memperkuat fondasi kesehatan anak sejak usia dini, sekaligus menyiapkan generasi Kutai Timur yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan. (*)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *