Permintaan Batu Bara Dunia Capai Puncak Tahun Ini, Tapi Melandai 2030

diadmin
55 Views
3 Min Read

Jakarta – Permintaan batu bara global mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025, tetapi diperkirakan akan menurun pada tahun 2030. Menurut Badan Energi Internasional (IEA), kondisi ini terjadi karena energi terbarukan, tenaga nuklir, dan gas alam yang melimpah mengurangi dominasi batu bara dalam pembangkit listrik. Mengurangi ketergantungan dunia pada batu bara dianggap penting untuk mencapai target iklim global. Di sisi lain, bahan bakar fosil tetap menjadi sumber energi terbesar untuk menghasilkan listrik.

Melansir Reuters, Rabu (17/12/2025), permintaan batu bara diperkirakan akan meningkat 0,5 persen pada tahun 2025 menjadi rekor 8,85 miliar metrik ton, menurut laporan Batubara 2025 IEA.

“Ke depan, kami mengamati bahwa permintaan batu bara global akan mencapai titik stabil dan akan mulai menurun secara perlahan dan bertahap hingga akhir dekade ini,” kata Keisuke Sadamori, Direktur Pasar dan Keamanan Energi IEA, dalam sebuah konferensi pers.

Prediksi peningkatan permintaan batu bara ini sedikit berubah dari perhitungan tahun lalu karena adanya tren berbeda pada 2025. Salah satunya adalah penurunan konsumsi batu bara di India. Negara tersebut merupakan salah satu konsumen batu bara terbesar di dunia yang biasanya mencatatkan kenaikan permintaan. Penurunan ini tergolong jarang, karena hanya terjadi tiga kali dalam 50 tahun terakhir.

Penurunan konsumsi batu bara di India disebabkan musim hujan yang sangat lebat, yang meningkatkan produksi tenaga hidro (PLTA) dan menekan permintaan listrik berbasis batu bara.

Sementara itu, permintaan di China, sebagai konsumen batu bara terbesar di dunia, sebagian besar tidak berubah pada tahun ini dan diperkirakan akan turun sedikit pada 2030 seiring meningkatnya kapasitas energi terbarukan.

Namun, prediksi penurunan konsumsi batu bara di China tersebut bisa meleset jika pertumbuhan permintaan listrik terjadi lebih cepat atau integrasi energi terbarukan berjalan lebih lambat. Kondisi itu justru dapat mendorong permintaan batu bara global melampaui perkiraan.

“China mengonsumsi 30 persen lebih banyak batu bara daripada seluruh dunia jika digabungkan, adalah pendorong utama tren batu bara global,” kata Sadamori.

Di sisi lain, di Amerika Serikat, konsumsi batu bara justru meningkat akibat harga gas yang lebih tinggi. Selain itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tahun ini menandatangani perintah eksekutif untuk menyelamatkan pembangkit listrik tenaga batu bara yang berpotensi dipensiunkan, guna mendorong produksi batu bara.

Sumber: https://lestari.kompas.com/read/2025/12/17/190101386/permintaan-batu-bara-dunia-capai-puncak-tahun-ini-tapi-melandai-2030.
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *