
SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi meminta seluruh perusahaan pertambangan melaporkan rencana hingga realisasi program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) kepada pemerintah daerah. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan program perusahaan benar-benar terlaksana, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.
Mahyunadi menegaskan, pembaruan Rencana Induk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi. Penyusunannya harus berdasarkan kondisi lapangan, kebutuhan, potensi, dan harapan masyarakat.
Menurutnya, laporan perusahaan kepada pemerintah pusat belum tentu menggambarkan kondisi pelaksanaan program secara faktual. Karena itu, pemerintah daerah perlu dilibatkan dalam pemantauan agar penggunaan dana PPM dapat dievaluasi secara objektif.
“Semua kegiatannya itu dilaporkan, sehingga kami bisa cek, benar enggak terlaksana apa enggak,” ujar Mahyunadi dalam kegiatan konsultasi publik pembaruan RIPPM PT Ganda Alam Makmur (GAM).
Ia menambahkan, keterbukaan menjadi kunci untuk memastikan dana pemberdayaan tidak hanya terserap dalam kegiatan, tetapi juga menghasilkan perubahan bagi masyarakat. Program yang dijalankan perlu memiliki sasaran terukur, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan warga.
“Maka yang bisa mengecek di lapangan itu adalah pemerintah daerah,” tegasnya.
Mahyunadi juga mendorong sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat melalui forum koordinasi tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Koordinasi tersebut diperlukan agar program perusahaan tidak tumpang tindih dengan kegiatan pembangunan pemerintah daerah.
Ia berharap masyarakat dilibatkan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dengan begitu, program PPM dapat diarahkan untuk memperkuat keterampilan tenaga kerja lokal, mengembangkan UMKM, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui pelaporan dan pengawasan yang lebih terkoordinasi, Pemkab Kutim berharap kontribusi sektor pertambangan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing.(ADV/Kominfo/Kutim)