
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya konektivitas antarwilayah. Sebanyak 13 proyek multiyears (MY) masih berlanjut dan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas jalan di sejumlah kawasan.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pembangunan jalan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam memperkuat konektivitas wilayah. Sejumlah ruas jalan menuju kawasan Sandaran hingga Muara Bengkal masih membutuhkan penyelesaian agar akses masyarakat semakin terbuka.
“Masih ada beberapa karena memang MY itu di antaranya untuk jalan yang kita butuhkan. Konektivitas jalan kita masih belum matang,” kata Ardiansyah.
Ia mencontohkan akses menuju Sandaran yang belum sepenuhnya tersambung hingga wilayah ujung desa. Kondisi serupa juga masih terjadi pada akses di Muara Bengkal yang belum mencapai sejumlah wilayah.
Karena itu, pemerintah daerah menempatkan pembangunan konektivitas sebagai salah satu prioritas dalam pelaksanaan program pembangunan. Harapannya, peningkatan kualitas jalan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi antarkawasan.
Ardiansyah menargetkan dalam tiga tahun ke depan tingkat kemantapan jalan di Kutim dapat mengalami peningkatan signifikan. “Mudah-mudahan dalam tiga tahun ke depan ini paling tidak jalan kita itu bisa naik ke 50 persen, 60 persen, itu sudah cukup,” ujarnya.
Keberlanjutan proyek MY tersebut turut masuk dalam pembahasan APBD Perubahan Kutim yang telah disepakati menjadi Perda. Menurut Ardiansyah, APBD Perubahan juga diarahkan untuk memperkuat sejumlah prioritas pembangunan, termasuk infrastruktur dan konektivitas.
Dengan keberlanjutan 13 proyek MY, Pemkab Kutim berharap pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara bertahap dan memberikan dampak terhadap keterhubungan antarwilayah. Peningkatan akses jalan juga diharapkan mampu memperkuat pergerakan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (ADV/Kominfo/Kutim)