BPBD Kutim Masih Siaga Karhutla, Sekat Api di Ringroad Rampung Dibuka

Redaksi
10 Views
4 Min Read

SANGATTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menetapkan status siaga dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, kondisi cuaca di wilayah Kutim dinilai relatif lebih baik dibandingkan sejumlah kabupaten/kota lain yang masih mengalami kondisi cuaca dengan tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur, Muhammad Naim, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi cuaca serta potensi kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan yang diterimanya, hingga Minggu (18/10/2026), BPBD belum menerima laporan kejadian kebakaran lahan baru.

“Untuk saat ini status kita masih siaga. Kita masih melihat perkembangan ke depannya. Alhamdulillah, berdasarkan laporan yang kami ikuti, cuaca di Kutai Timur pada umumnya sedang, tidak seperti beberapa kabupaten/kota lain yang masih parah dan sangat parah,” ujar Naim.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak membuat BPBD lengah. Pemantauan tetap dilakukan melalui personel yang bertugas di posko wilayah utara dan selatan. Hujan yang sempat turun sehari sebelumnya turut memberikan harapan dapat menekan potensi kebakaran, meskipun perubahan cuaca dari mendung menjadi panas masih perlu diwaspadai.

Sementara itu, kebakaran lahan yang terjadi beberapa hari sebelumnya di kawasan Jalan Guru Besar, Kenyamukan, dan Ringroad, Kecamatan Sangatta Utara, diperkirakan mencapai total sekitar 15 hektare. Luasan tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah lokasi yang terdampak berdasarkan laporan koordinator di Kecamatan Sangatta Utara.

Naim mengungkapkan, upaya penanganan di kawasan Ringroad telah memasuki tahap penyelesaian dengan dibukanya sekat atau jalur pemisah untuk mencegah api menjalar ke area lain. Petugas membuat sekat dengan lebar sekitar 4 hingga 5 meter sebagai langkah antisipasi agar api tidak merambat menuju kawasan permukiman warga.

“Untuk daerah Ringroad, penyekatan sudah selesai. Kita berharap tidak ada kebakaran lahan lagi. Namun, apabila terjadi kebakaran kembali, kita sudah melakukan antisipasi agar api tidak mudah menjalar dan posisi rumah warga tetap aman,” jelasnya.

Dalam penanganan karhutla, BPBD Kutim mengerahkan personel secara bergantian. Setiap regu terdiri atas sekitar tujuh hingga delapan orang, dengan tiga regu yang bertugas pada hari tersebut. Operasi juga melibatkan unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, relawan, serta pihak kecamatan dari wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Menurut Naim, kesiapsiagaan petugas berlangsung selama 24 jam menyesuaikan kondisi di lapangan. Apabila situasi dinilai aman dan tidak ditemukan kejadian baru, personel dapat kembali setelah menyelesaikan tugas dan digantikan oleh regu berikutnya. Namun, jika kebakaran masih berlangsung, petugas tetap berada di lokasi hingga penanganan selesai.

Ia menambahkan, BPBD juga memperhatikan kondisi fisik personel yang bertugas dalam waktu panjang. Dukungan berupa vitamin dan konsumsi disiapkan untuk membantu menjaga stamina petugas selama menjalankan operasi penanganan karhutla.

Selain dukungan internal, bantuan juga datang dari berbagai pihak, termasuk relawan dan masyarakat yang turut membantu proses penanganan. Naim menyebut keterlibatan warga dalam pembukaan sekat menjadi salah satu bentuk dukungan penting untuk memperkuat upaya pencegahan penjalaran api.

BPBD Kutai Timur mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama ketika cuaca kembali panas. Pemantauan dan kesiapsiagaan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru serta meminimalkan risiko kebakaran meluas ke kawasan permukiman.

Meski belum menerima laporan kebakaran baru hingga Minggu, BPBD menegaskan bahwa kondisi tersebut masih perlu dipantau secara berkelanjutan. Kewaspadaan seluruh pihak dinilai penting agar penanganan karhutla di Kutai Timur dapat berjalan optimal dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *