Kutim Berselawat, Doa Bersama untuk Hadapi Karhutla dan Kekeringan

Redaksi
18 Views
2 Min Read

SANGATTA – Ribuan jemaah memadati Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (16/10/2026) malam, dalam kegiatan Expo Kutai Timur Berselawat dan Lailatul Istima. Selain menjadi bagian dari peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kegiatan ini juga menjadi momentum doa bersama memohon perlindungan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama Majelis Selawat Al-Alawi dan jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kutim tersebut berlangsung khidmat. Lantunan selawat dan istigasah mengiringi doa masyarakat agar daerah terhindar dari bencana dan kondisi cuaca ekstrem.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan untuk berselawat, tetapi juga menjadi ikhtiar spiritual masyarakat dalam menghadapi berbagai ujian.

“Malam ini, kita tidak hanya berkumpul untuk berselawat. Kita juga mengangkat tangan, menundukkan kepala, dan mengetuk pintu langit melalui istigasah,” ujar Ardiansyah.

Ia berharap Kabupaten Kutai Timur senantiasa mendapat perlindungan dari berbagai mara bahaya, termasuk karhutla, serta memperoleh keberkahan dan kesejukan bagi seluruh masyarakat.

Menurutnya, doa dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan yang terjadi di daerah. Harapan tersebut disampaikan di tengah ancaman kebakaran lahan dan kekeringan yang sempat melanda sejumlah wilayah Kutim.

Kegiatan itu turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD Kutim, kepala perangkat daerah, serta sejumlah tokoh agama. Di antaranya Rais Syuriah PCNU Kutim KH Moh Muslih, Katib Syuriah KH Hasib Asrori, dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kutim Sismanto.

Sismanto mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dan memperkuat persaudaraan umat di tengah berbagai tantangan. Ia menilai kebersamaan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga kerukunan.

Selain kegiatan keagamaan, perhelatan tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di sekitar lokasi dipadati pengunjung.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap peringatan HUT ke-27 melalui kegiatan tersebut dapat memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Meski doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi bencana, upaya pencegahan karhutla tetap membutuhkan langkah nyata, termasuk menjaga lingkungan dan menghindari pembakaran lahan.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *