Rakor Kolaborasi Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kutim

diadmin
53 Views
2 Min Read

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersama perusahaan PT Kaltim Prima Coal (PT KPC) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kolaborasi dalam Program Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting. Rapat ini sebagai bentuk komitmen pemerintah bersama perusahaan dalam menekan stunting di Kutim, berlangsung di Ruang Rechall Wisma Rayah PT KPC, Selasa (23/12/2025).

Rakor dihadiri Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, didampingi Wakil Bupati Kutim yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kutim (TPPS), tampak hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kutim (DPPKB) Achmad Junaidi beserta jajaran, PT KPC bersama jajaran beserta sejumlah 50 perusahaan kontraktor menjadi mitra operasional KPC, OPD terkait, penyuluh yang berada di wilayah Ring I hingga para tamu undangan lainnya.

Ditemui awak media, Mahyunadi, Ketua Tim PPS Kutim menyampaikan garis besarnya pada hari ini Pemkab Kutim melalui DPPKB Kutim mengundang sekitar 50 perusahaan kontraktor yang selama ini menjadi mitra operasional KPC untuk bersama-sama menurunkan angka stunting di Kutim.

“Sampai saat ini semua indikator sekaligus program kegiatan memaparkan jumlah stunting di Kutim by name by addressnya. Selain itu, akan disinkronkan dengan program PT KPC, agar PT KPC bisa menggelontorkan kegiatan dan dananya guna pencegahan stunting hingga tepat sasaran,” kata Mahyunadi.

Lebih lanjut ia menyampaikan kolaborasi ini sangat penting, karena stunting menjadi masalah multidimensi yang penyebabnya kompleks. Hal ini membutuhkan peran aktif dari pemarintah dari segi regulasi data, swasta sebagai sumber daya dan inovasi, akademisi, media dan masyarakat, sehingga menciptakan solusi yang terintegrasi serta berkelanjutan.

(Hediana Nur Rahmah/Saparuddin)

Sumber: https://rri.co.id/samarinda/info-pemda/2063091/rakor-kolaborasi-percepatan-penurunan-angka-stunting-di-kutim
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *